Kunker Baleg ke Jerman harus dievaluasi

Selasa, 27 November 2012 - 06:15 WIB
Kunker Baleg ke Jerman...
Kunker Baleg ke Jerman harus dievaluasi
A A A
Sindonews.com - Kunjungan Kerja (Kunker) Badan Legislasi (Baleg) DPR ke Jerman, dinilai tidak fokus pada tujuan utama kunker tersebut. Hal itu tercermin dari beredarnya rekaman video di Youtube yang dirilis Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), Senin 19 November 2012 lalu.

Anggota Komisi V DPR Teguh Juwarno menyarankan, agar pimpinan DPR mengevaluasi kunker tersebut.

"Kita sudah mengusulkan ke pimpinan DPR, agar dibentuk tim ahli yang bertugas mengevaluasi kunker ke luar negeri. Sehingga yang diberangkatkan hanya yang benar-benar relevan dan memberikan manfaat," kata Teguh, saat dihubungi Sindonews, Senin (26/11/2012) malam.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, Fraksi PAN siap memberikan sanksi tegas, apabila ditemukan anggotanya yang terlihat 'bermain-main' dalam lawatannya ke luar negeri.

"Kami selalu melakukan evaluasi sebelum dan sesudah kunjungan kerja ke luar negeri. Tentu ada mekasime sanksi internal fraksi, kita berlakukan mulai dari teguran hingga pelarangan ke luar negeri," tandasnya.

Seperti yang sudah diberitakan, kunker sejumlah anggota Baleg DPR ke The Germany For Institute for Standardization/Deutsches Institut fur Normung (DIN), pada Senin 19 November terkait rencana pembuatan Rancangan Undang-undang (RUU) Keinsinyuran dinilai salah alamat.

Pasalnya, lembaga DIN tugasnya mengurusi standarisasi produk. Selain itu DIN juga bukan lembaga negara atau pemerintahan.

"Bisa dikatakan kunjungan ke DIN itu tidak berhubungan langsung dengan RUU Keinsinyuran, karena DIN tidak mengatur profesi atau individu dari insinyur itu sendiri, melainkan menstandarkan produk dan proses dari berbagai bidang keteknikan di Jerman," tulis Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dalam rilisnya yang beredar di jejaring sosial Youtube, 19 November 2012.

Dalam pertemuan itu masalah yang didiskusikan anggota DPR juga tergolong umum, tidak menyentuh secara spesifik mengenai keinsinyran. Misalnya aktivitas DIN di Jerman dan Eropa serta sejarah terbentuknya DIN.

Ada juga anggota DPR yang menanyakan prosedur kerja di DIN, dan hubungan dengan kebijakan pemerintah Jerman terutama di bidang sains dan teknologi.
(maf)
Berita Terkait
BAKN DPR RI Bahas Sistem...
BAKN DPR RI Bahas Sistem Pengawasan Keuangan Negara dengan BPK Kenya
Kunker di Luwu Raya,...
Kunker di Luwu Raya, Eva Stevany Resmikan ESR Community Sukamaju
Usai Proyek Gorden Dibatalkan,...
Usai Proyek Gorden Dibatalkan, Belasan Anggota DPR Pergi ke Turki
Usai Serap Aspirasi,...
Usai Serap Aspirasi, Ibas Borong Gerabah Tradisional Khas Pacitan
Kunjungan Kerja ke Kanwilkumham...
Kunjungan Kerja ke Kanwilkumham DKI, Mobil Anggota Komisi III DPR Dihadang Pendemo
Kasus Covid-19 Melonjak,...
Kasus Covid-19 Melonjak, Pimpinan DPR Minta Kegiatan Kunker Anggota Dewan Dihentikan
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved