Publik diminta berikan dorongan untuk KPK
Sabtu, 24 November 2012 - 07:00 WIB
Publik diminta berikan dorongan untuk KPK
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan sangat membutuhkan dukungan masyarakat untuk menuntaskan kasus bailout Bank Century. Pasalnya, jika dukungan masyarakat yang solid untuk menuntaskan kasus itu.
"Lebih baik kekuatan-kekuatan civil-society mendukung KPK tuntaskan kasus Century ini, dukungan publik yang solid juga di momentum tertentu akan jadi tsunami politik bagi para pelaku kejahatan itu," tegas Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarifhidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto kepada Sindonews, Sabtu (24/11/2012).
Dia mengatakan, dorongan dari semua elemen masyarakat yang mengharapkan KPK menuntaskan kasus tersebut. Bahkan masyarakat dari kelas bawah juga diperlukan untuk memberikan suport terhadap lembaga anti korupsi itu menuntaskan kasus yang merugikan negara hingga Rp6,7 triliun itu.
"Sepertinya demikian, harus ada dorongan dari publik, jika ingin sampai pada kelompok untouchable. Tapi pasti, jika opini publik sudah solid tak akan ada yang mampu menandinginya," tegasnya.
Dia menambahkan, yang jadi persoalan saat ini adalah terpecahnya suatu kepentingan di dalam kasu Bank Century itu. Dia juga mengatakan, oleh sebab itu jangan sampai kasus Century itu jatuh ke tangan DPR yang nantinya dimanfaatkan untuk kepentingan partainya atau golongan.
"Masalahnya sekarang, khalayak juga masih terpecah soal kasus ini. Sehingga butuh pengarusutamaan info seputar Century ini kepada khalayak agar tak dibajak oleh para politisi senayan," tandasnya.
Oleh sebab itu, katanya, masyarakat harus bisa memberikan dorongan yang kuat terhadap KPK untuk menyelesaikan kasus itu agar sampai kepada pihak yang paling bertanggungjawab. Bahkan, Gun GUn termasuk orang yang percaya terhadap kekuatan publik dibanding kekuatan politik.
"Target itu bisa dinaikan lagi, jika KPK mendapat suntikan moral dan modal sosial berbentuk trust dari masyarakat, Untuk sampe ke pelaku-pelaku utama. Saya termasuk orang yang sangat percaya kekuatan masyarakat dibanding kekuatan politisi elitis di senayan, hanya butuh sebuah inisiasi gerakan yang solid dan tertata," katanya.
"Lebih baik kekuatan-kekuatan civil-society mendukung KPK tuntaskan kasus Century ini, dukungan publik yang solid juga di momentum tertentu akan jadi tsunami politik bagi para pelaku kejahatan itu," tegas Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarifhidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto kepada Sindonews, Sabtu (24/11/2012).
Dia mengatakan, dorongan dari semua elemen masyarakat yang mengharapkan KPK menuntaskan kasus tersebut. Bahkan masyarakat dari kelas bawah juga diperlukan untuk memberikan suport terhadap lembaga anti korupsi itu menuntaskan kasus yang merugikan negara hingga Rp6,7 triliun itu.
"Sepertinya demikian, harus ada dorongan dari publik, jika ingin sampai pada kelompok untouchable. Tapi pasti, jika opini publik sudah solid tak akan ada yang mampu menandinginya," tegasnya.
Dia menambahkan, yang jadi persoalan saat ini adalah terpecahnya suatu kepentingan di dalam kasu Bank Century itu. Dia juga mengatakan, oleh sebab itu jangan sampai kasus Century itu jatuh ke tangan DPR yang nantinya dimanfaatkan untuk kepentingan partainya atau golongan.
"Masalahnya sekarang, khalayak juga masih terpecah soal kasus ini. Sehingga butuh pengarusutamaan info seputar Century ini kepada khalayak agar tak dibajak oleh para politisi senayan," tandasnya.
Oleh sebab itu, katanya, masyarakat harus bisa memberikan dorongan yang kuat terhadap KPK untuk menyelesaikan kasus itu agar sampai kepada pihak yang paling bertanggungjawab. Bahkan, Gun GUn termasuk orang yang percaya terhadap kekuatan publik dibanding kekuatan politik.
"Target itu bisa dinaikan lagi, jika KPK mendapat suntikan moral dan modal sosial berbentuk trust dari masyarakat, Untuk sampe ke pelaku-pelaku utama. Saya termasuk orang yang sangat percaya kekuatan masyarakat dibanding kekuatan politisi elitis di senayan, hanya butuh sebuah inisiasi gerakan yang solid dan tertata," katanya.
(mhd)