Anggaran Kemhan Rp678 miliar dibekukan

Selasa, 20 November 2012 - 18:51 WIB
Anggaran Kemhan Rp678...
Anggaran Kemhan Rp678 miliar dibekukan
A A A
Sindonews.com - Anggaran pertahanan senilai Rp678 miliar dibekukan oleh Kementerian Keuangan tanpa sepengetahuan Kementerian Pertahanan, maupun persetujuan Komisi I DPR. Pembekuan ini diketahui terjadi pascamunculnya laporan Seskab Dipo Alam terkait dugaan kongkalikong di beberapa kementerian ke KPK.

"Memang aneh juga ya Kemenkeu membintangi tanpa persetujuan dari DPR," kata Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Hanura Susaningtyas Kertopati saat dihubungi SINDO, Selasa (20/11/2012).

Legislator yang akrab disapa Nuning itu menerangkan, selama ini pemberian tanda bintang (pembekuan anggaran) dilakukan setelah melalui pembicaraan antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), DPR, dan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Ada berbagai faktor sehingga kemudian diputuskan adanya pembekuan anggaran. "(Biasanya) ya lebih kepada tingkat urgensinya (alat utama sistem senjata/alutsista) sesuai pertimbangan setiap matra masing-masing," bebernya.

Disinggung mengenai dugaan adanya kongkalikong terkait penggunaan anggaran pertahanan, dia menegaskan tidak mengetahui akan hal itu. Selama ini, rapat-rapat yang berkaitan dengan anggaran selalu dilakukan secara tranparan.

"Siapa saja boleh kasih komentar agar pengajuan kebutuhan alutsista komprehensif dan transparan," urainya.

Anggaran alutsista yang ada diplot untuk membeli berbagai jenis alutsista sesuai daftar kebutuhan yang diajukan pemerintah. Daftar itu berorientasi sejalan dengan pencapaian kekuatan pokok minimum (MEF).

Anggaran pertahanan, imbuhnya, juga harus dibagi untuk peningkatan kesejahteraan prajurit. Dirinya memiliki prinsip kecanggihan alutsista harus diimbangi dengan kesejahteraan dan keterampilan pengawak yang mumpuni, juga memiliki jiwa raga yang sehat.

"Keterampilan pengawak tidak boleh ketinggalan agar kita sungguh-sungguh punya deterrent effect terhadap negara lain," sebutnya.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Kolonel Kav Bambang Hartawan mengaku, belum mengetahui adanya pembekuan anggaran oleh Kemenkeu itu. "Seyogyanya begitu (dirapatkan dengan DPR dan Kemhan)," sebutnya.

Saat ini pihaknya menunggu penjelasan dari Kemenkeu terkait pemberian tanda bintang anggaran optimalisasi 2012 itu.

"Kita sudah proses sampai pengajuan. Mekanismenya, pengajuan dari user ke angkatan kemudian diteruskan ke Mabes TNI, diteruskan lagi ke Kemhan dan Kemhan mengajukan ke DPR. Kalau DPR sudah setuju, baru ditindaklanjuti Kemenkeu," jelas Bambang.

Seperti diketahui, Seskab Dipo Alam pernah melaporkan sejumlah kementerian ke KPK atas dugaan tindak pidana korupsi di kementerian itu. Namun Dipo tidak membeberkan kementerian apa saja yang dia laporkan.

Meski demikian, santer beredar kabar bahwa di antara kementerian yang dilaporkan itu, Kementerian Pertahanan masuk di dalamnya. Pihak Kemhan sendiri juga telah mengklarifikasi hal ini dengan menyatakan Kemhan tidak termasuk yang dilaporkan.
(mhd)
Berita Terkait
Gangguan Keamanan Jakarta...
Gangguan Keamanan Jakarta Paling Banyak Dilaporkan melalui Kanal Pemprov DKI
Benarkah Telat Jodoh...
Benarkah Telat Jodoh Karena Ulah Jin? Begini Pandangan Syariat
Buka Rakerwas, Stafsus:...
Buka Rakerwas, Stafsus: Jalankan Pesan Menteri Agama
Antisipasi Gangguan...
Antisipasi Gangguan Keamanan, Blok Hunian Lapas Sidoarjo Digeledah
Ulah Ken Arok Muda Ganggu...
Ulah Ken Arok Muda Ganggu Keamanan Wilayah Sebelum Jadi Raja Singasari
Stafsus Menteri BUMN...
Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga Daftar Exco PSSI
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved