Komisi II akan panggil KPU & Bawaslu

Kamis, 15 November 2012 - 08:08 WIB
Komisi II akan panggil...
Komisi II akan panggil KPU & Bawaslu
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar Taufik Hidayat menyatakan, pihaknya akan memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dengan pelaporan Bawaslu tentang adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan KPU dalam tahapan verifikasi administrasi.

Karena laporan dari Bawaslu itulah, beberapa waktu lalu salah seorang Komisioner KPU Ida Budhiati menjalani sidang kode etik yang diselenggarakan oleh DKPP. Komisi II sendiri diketahui sebelumnya sudah pernah melakukan pemanggilan terhadap KPU.

"Sebenarnya iya (melakukan pemanggilan), itu pastilah, dan sebenarnya yang kemarin semestinya kita panggil itu Bawaslu. Tapi ada pertimbangan kita panggil KPU dulu, baru Bawaslu," kata Taufik saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (15/11/2012).

Pemanggilan KPU sebelumnya, dijelaskan Taufik terkait dengan persoalan sipol. Sedangkan pemanggilan terhadap Bawaslu terkait dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Bawaslu yang masih dianggap kurang.

"KPU kan kemarin sudah dulu kita evaluasi soal sipol, direvisi. Bawaslu itu penting untuk kita panggil juga. Karena kita lihat akurasi ditupoksinya kurang," jelasnya.

Seharusnya dalam pengawasan yang dilakukan, Bawaslu dapat menggunakan aspek pencegahan untuk menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan ketegangan. Dari analisa itu juga, Bawaslu bisa memberikan masukan kepada KPU.

"Termasuk juga dalam pengawasan itu, harus banyak dalam aspek pencegahan. Termasuk di dalamnya analisa terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan ketegangan. Nanti akan kita tanyakan, analisa bawaslu itu seperti apa? Jangan terus malah menimbulkan ketegangan. Hal-hal yang dianalisa itu bisa membuat Bawaslu memberikan masukan-masukan ke KPU," terangnya.

Di sisi lain, Komisi II nantinya akan memanggil kedua badan ini. Terutama KPU yang sedang berseteru dengan kesekjenannya terkait verifikasi administrasi partai politik.

"Dengan KPU terkait dengan tingkat urgensinya. sekarang di publik kan seakan-akan di kesekjenan kan terjadi kesan yang kurang patuh terhadap komisioner. padahal hal itu seharusnya tidak terjadi," ungkap Taufik.

Sedangkan mengenai sidang kode etik kemarin, Taufik enggan berkomentar terlalu banyak. Hal itu karena belum ada putusan dari DKPP mengenai dugaan pelanggaran kode etik tersebut. "Soal DKPP kan belum ada putusan, apa benar KPU melanggar kode etik atau tidak," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Berita Terkini
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved