KPU & Bawaslu jangan terlalu sering tampil

Kamis, 15 November 2012 - 07:45 WIB
KPU & Bawaslu jangan...
KPU & Bawaslu jangan terlalu sering tampil
A A A
Sindonews.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) disarankan untuk lebih fokus terhadap kinerja masing-masing. Terutama lebih meningkatkan keakurasian, supaya tidak menimbulkan miss persepsi diantara keduanya.

"Tetapi saran saya, sebagai komisioner dan anggota Bawaslu, lebih ditingkatkan lagi akurasi yang tinggi. Kalau akuratnya tidak tinggi, akan menimbulkan miss persepsi dan menimbulkan ketegangan di antara keduanya," ujar anggota Komisi II DPR (F-Golkar), Taufik Hidayat saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (15/11/2012).

Seharusnya, keduanya mengurangi diri untuk tampil di 'panggung' dengan permasalahan yang ada saat ini. Dimana Komisioner KPU harus menjalankan sidang kode etik, lantaran pengaduan yang dilakukan Bawaslu ke DKPP terkait dengan verifikasi administrasi partai politik peserta pemilu.

"Harus dikurangi untuk menimbulkan diri tampil di panggung. Harus konsen dengan pekerjaannya, baik KPU dan Bawaslu. Jangan tampil di panggung," jelas Taufik.

Komisioner KPU dan Bawaslu juga disarankan untuk berpindah haluan, menjadi seorang politikus apabila tetap ingin tampil di pangung. "Itu manggung ya, no sekianlah. Kalau mau tampil di panggung, jadi politikus saja. Jangan jadi anggota KPU maupun anggota Bawaslu," tukas Taufik.

Sebelumnya diketahui, DKPP beberapa waktu lalu menggelar sidang kode etik yang diikuti salah seorang Komisioner KPU Ida Budhiati. Sidang kode etik itu, terlaksana lantaran pengaduan Bawaslu yang menduga adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh KPU terkait verifikasi administrasi parpol peserta pemilu.

Dan dalam sidang itu, Idha mengatakan Komisioner KPU kesulitan untuk memperoleh dukungan 68 personel Setjen KPU dalam proses verifikasi administrasi. Hal itu karena Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU tidak menyediakan 68 personel stafnya dalam proses tahapan verifikasi administrasi partai politik (parpol) calon peserta pemilu 2014.
(san)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved