KPU harusnya fokus pada tahapan pemilu
Kamis, 15 November 2012 - 07:27 WIB
KPU harusnya fokus pada tahapan pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) seharusnya dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi ditubuhnya secara internal. Bukan malah mengumbarnya, hingga menjadi konsumsi publik. Apalagi permasalahan yang terjadi antara Komisioner KPU dengan Setjen KPU ini, tidak semestinya terjadi.
"Ya, kita sebenarnya berharap itu (perseteruan) tidak terjadi. Apalagi sampai ke publik. Apabila ada sesuatu yang mengganjal, hendaknya diselesaikan secara internal, hati-hati. Bukannya dibawa ke publik," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (15/11/2012).
Perseteruan ini sendiri, disinyalir akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap KPU, apabila dibiarkan terus-menerus. Selain itu, kinerja KPU juga akan terganggu dengan adanya masalah ini.
"Kalau terus melihat, ini (perseteruan) akan mempengaruhi persepsi publik terhadap KPU. Dan akan mengganggu kinerja KPU secara keseluruhan," jelas pria yang akrab disapa Saan ini.
Di sisi lain, KPU juga harus fokus dengan tahapan-tahapan pemilu yang diakui memang membutuhkan konsentrasi, serta kerja keras, yang terganggu dengan adanya perseteruan itu.
"Tentu kinerja itu (KPU) sedikit banyak terganggu. Seharusnya di dalam KPU itu, difokuskan untuk tahapan pemilu yang membutuhkan konsentrasi dan kerja keras. Tapi dengan adanya perseteruan itu, ya secara otomatis mengganggu," terang Saan.
Namun, Saan mengakui, Partai Demokrat tidak merasa dirugikan dengan adanya perseteruan ini. Meskipun begitu, pihaknya ingin agar tahapan-tahapan pemilu dapat berjalan dengan baik, serta menjadi pemilu yang berkualitas.
"Ya kita secara ini tidak ada istilah dirugikan. Tapi kita ingin tahapan-tahapan pemilu berjalan lebih baik dan pemilu berkualitas, kan gitu," ungkapnya.
Pemilu berkualitas itu diyakini, jika Komisioner dan Setjen KPU dapat solid menjalani hal itu. Karena tidak ada gunanya perseteruan antara keduanya. Apalagi perseteruan itu sampai mencuat ke publik, sehingga terkesan kurang elegan.
"Dan ini (pemilu berkualitas), bisa terjadi jika KPU dan kesetjenannya solid. Janganlah berseteru seperti itu. Apalagi mencuat ke publik. Kan kurang elegan itu. Kita berharap perseteruan ini cepat selesai," tukas Saan.
"Ya, kita sebenarnya berharap itu (perseteruan) tidak terjadi. Apalagi sampai ke publik. Apabila ada sesuatu yang mengganjal, hendaknya diselesaikan secara internal, hati-hati. Bukannya dibawa ke publik," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (15/11/2012).
Perseteruan ini sendiri, disinyalir akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap KPU, apabila dibiarkan terus-menerus. Selain itu, kinerja KPU juga akan terganggu dengan adanya masalah ini.
"Kalau terus melihat, ini (perseteruan) akan mempengaruhi persepsi publik terhadap KPU. Dan akan mengganggu kinerja KPU secara keseluruhan," jelas pria yang akrab disapa Saan ini.
Di sisi lain, KPU juga harus fokus dengan tahapan-tahapan pemilu yang diakui memang membutuhkan konsentrasi, serta kerja keras, yang terganggu dengan adanya perseteruan itu.
"Tentu kinerja itu (KPU) sedikit banyak terganggu. Seharusnya di dalam KPU itu, difokuskan untuk tahapan pemilu yang membutuhkan konsentrasi dan kerja keras. Tapi dengan adanya perseteruan itu, ya secara otomatis mengganggu," terang Saan.
Namun, Saan mengakui, Partai Demokrat tidak merasa dirugikan dengan adanya perseteruan ini. Meskipun begitu, pihaknya ingin agar tahapan-tahapan pemilu dapat berjalan dengan baik, serta menjadi pemilu yang berkualitas.
"Ya kita secara ini tidak ada istilah dirugikan. Tapi kita ingin tahapan-tahapan pemilu berjalan lebih baik dan pemilu berkualitas, kan gitu," ungkapnya.
Pemilu berkualitas itu diyakini, jika Komisioner dan Setjen KPU dapat solid menjalani hal itu. Karena tidak ada gunanya perseteruan antara keduanya. Apalagi perseteruan itu sampai mencuat ke publik, sehingga terkesan kurang elegan.
"Dan ini (pemilu berkualitas), bisa terjadi jika KPU dan kesetjenannya solid. Janganlah berseteru seperti itu. Apalagi mencuat ke publik. Kan kurang elegan itu. Kita berharap perseteruan ini cepat selesai," tukas Saan.
(san)