DPR akan segera proses laporan BAKN
Rabu, 14 November 2012 - 13:31 WIB
DPR akan segera proses laporan BAKN
A
A
A
Sindonews.com - Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR telah menyerahkan hasil telaah audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proyek Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang Bogor, Jawa Barat, kepada pimpinan DPR.
Diketahui hasil telaah tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPR Anis Matta. Setelah menerima, pimpinan DPR berjanji akan segera menindaklanjuti hasil telaah BAKN sesuai dengan mekanisme yang ada.
"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kerja BAKN, sesuai mekanisme kerja di DPR, akan dibawa ke rapat pimpinan terdekat dan semua rekomendasi BAKN akan diproses," ujar Anis Matta saat menerima laporan BAKN, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Sementara itu, Anggota BAKN Eva Kusuma Sundari meminta BPK menuntaskan aliran dana Hambalang supaya ada titik terang terkait dugaan pidananya.
"Kita meminta BPK untuk menuntaskan tentang aliran dana. Ini agar semua paham, dimana pidananya," ujarnya.
Berikut rekomendasi BAKN yang diserahkan ke pimpinan DPR.
1. Meminta KPK menuntaskan penanganan kasus Hambalang yang menyebabkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp243,66 miliar dan kepada PPATK untuk melakukan penelusuran aliran dana tersebut.
2. Selain menyesalkan problem independensi, kebocoran laporan BPK, BAKN meminta BPK segera melakukan pemeriksaan lanjutan sebagaimana yang dijanjikan pada tanggal 31 Oktober 2012, untuk mengungkapkan kerugian negara lebih jauh.
3. Meminta Pimpinan Komisi X dan Pokja Anggaran untuk bertanggung jawab atas proses pembahasan dan persetujuan anggaran proyek P3SON Hambalang Bogor, yang awalnya pada tahun 2010 hanya sebesar Rp275 miliar di tahun 2012 menjadi Rp1,175 triliun.
4. Meminta DPR untuk mempergunakan hak tanya kepada Pemerintah sehubungan terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan proyek P3SON.
Diketahui hasil telaah tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPR Anis Matta. Setelah menerima, pimpinan DPR berjanji akan segera menindaklanjuti hasil telaah BAKN sesuai dengan mekanisme yang ada.
"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kerja BAKN, sesuai mekanisme kerja di DPR, akan dibawa ke rapat pimpinan terdekat dan semua rekomendasi BAKN akan diproses," ujar Anis Matta saat menerima laporan BAKN, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Sementara itu, Anggota BAKN Eva Kusuma Sundari meminta BPK menuntaskan aliran dana Hambalang supaya ada titik terang terkait dugaan pidananya.
"Kita meminta BPK untuk menuntaskan tentang aliran dana. Ini agar semua paham, dimana pidananya," ujarnya.
Berikut rekomendasi BAKN yang diserahkan ke pimpinan DPR.
1. Meminta KPK menuntaskan penanganan kasus Hambalang yang menyebabkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp243,66 miliar dan kepada PPATK untuk melakukan penelusuran aliran dana tersebut.
2. Selain menyesalkan problem independensi, kebocoran laporan BPK, BAKN meminta BPK segera melakukan pemeriksaan lanjutan sebagaimana yang dijanjikan pada tanggal 31 Oktober 2012, untuk mengungkapkan kerugian negara lebih jauh.
3. Meminta Pimpinan Komisi X dan Pokja Anggaran untuk bertanggung jawab atas proses pembahasan dan persetujuan anggaran proyek P3SON Hambalang Bogor, yang awalnya pada tahun 2010 hanya sebesar Rp275 miliar di tahun 2012 menjadi Rp1,175 triliun.
4. Meminta DPR untuk mempergunakan hak tanya kepada Pemerintah sehubungan terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan proyek P3SON.
(rsa)