Bambang anggap Dipo cari perhatian
Rabu, 14 November 2012 - 08:47 WIB
Bambang anggap Dipo cari perhatian
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan Dipo Alam terkait adanya kongkalikong dan penggelembungan anggaran dianggap anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo hanya cari perhatian.
Anggota dari fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, berharap jika memang pernyataannya benar agar Dipo bisa menunjukkan bukti siapa oknum yang dia maksud.
"Tanya siapa oknum anggota DPR nya. Jangan lempar batu sembunyi tangan," ujarnya ketika dihubungi wartawan, Rabu (14/11/2012)
Bambang menganggap perilaku Dipo tersebut hanya mencari perhatian dan merupakan pengalihan isu dari pernyataan Mahfudd MD mengenai grasi Ola.
"Pengalihan isu dan mencari perhatian. Tunjukan dong kalau ada bukti. Jangan bisanya marah-marah saja waktu Mahfudd MD bilang istana ada mafia narkoba," protes penulis buku Republik Galau itu.
Dirinya juga menambahkan jika tidak disertai bukti, bisa dikatakan pernyataan Dipo tersebut tidak benar adanya.
"Ya bisa dibilang tidak benar kalau hanya katanya-katanya dan tanpa bukti," pungkas Bambang.
Seperti diketahui, Dipo mengundang pers ke kantornya dan menjelaskan telah menerima sejumlah laporan atau aduan dari beberapa PNS melalui surat, SMS, maupun datang langsung ke kantor Sekretariat Kabinet.
Mereka mengadu tentang indikasi kongkalikong, dan penggelembungan anggaran. Dipo menengarai tindakan tersebut dilakukan oleh oknum kader partai politik dalam jajaran kementerian dan oknum anggota DPR.
Anggota dari fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, berharap jika memang pernyataannya benar agar Dipo bisa menunjukkan bukti siapa oknum yang dia maksud.
"Tanya siapa oknum anggota DPR nya. Jangan lempar batu sembunyi tangan," ujarnya ketika dihubungi wartawan, Rabu (14/11/2012)
Bambang menganggap perilaku Dipo tersebut hanya mencari perhatian dan merupakan pengalihan isu dari pernyataan Mahfudd MD mengenai grasi Ola.
"Pengalihan isu dan mencari perhatian. Tunjukan dong kalau ada bukti. Jangan bisanya marah-marah saja waktu Mahfudd MD bilang istana ada mafia narkoba," protes penulis buku Republik Galau itu.
Dirinya juga menambahkan jika tidak disertai bukti, bisa dikatakan pernyataan Dipo tersebut tidak benar adanya.
"Ya bisa dibilang tidak benar kalau hanya katanya-katanya dan tanpa bukti," pungkas Bambang.
Seperti diketahui, Dipo mengundang pers ke kantornya dan menjelaskan telah menerima sejumlah laporan atau aduan dari beberapa PNS melalui surat, SMS, maupun datang langsung ke kantor Sekretariat Kabinet.
Mereka mengadu tentang indikasi kongkalikong, dan penggelembungan anggaran. Dipo menengarai tindakan tersebut dilakukan oleh oknum kader partai politik dalam jajaran kementerian dan oknum anggota DPR.
(ysw)