Pemerkosaan TKI tindakan biadab!

Senin, 12 November 2012 - 15:39 WIB
Pemerkosaan TKI tindakan...
Pemerkosaan TKI tindakan biadab!
A A A
Sindonews.com - Pemerkosaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) perempuan dilakukan tiga polisi Malysia terus menuai kecaman. Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra mengatakan, pemerkosaan itu merupakan tindakan biadab, dan penghinaan bagi bangsa Indonesia.

"Sebab itu, pemerintah tidak boleh diam dan menyederhanakan kasus ini. Pemerintah harus mengawal dan memastikan ketiga polisi Malaysia tersebut mendapatkan hukuman yang berat," ujarnya dalam rilisnya, Senin (12/11/2012).

Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, keseriusan pemerintah menyikapi, mengawal, dan memastikan penindakan serta hukuman terhadap ketiga polisi Malaysia ini akan menjadi sinyal agar ke depan jangan ada lagi TKI diremehkan dan dilecehkan. "Karena memang setiap anak bangsa harus mendapat perlindungan optimal dari negara," katanya.

Kata Indra, kasus itu merupakan masalah harga diri dan kewibawaan Indonesia sebagai suatu bangsa. Sudah sangat sering terjadi kasus-kasus kekerasan, penganiayaan, penembakan yang berujung kematian, dan bentuk pelecehan dan penghinaan lain kepada WNI atau TKI di Malaysia.

"Kerapkali saya melihat terhadap kasus-kasus yang menimpa WNI kita, sepertinya respon pemerintah terkadang biasa-biasa saja. Sehingga terkesan nyawa TKI tidaklah begitu berharga dan keberadaan negara terkesan tidak dirasakan kehadirannya di tengah TKI selaku pahlawan devisa negara," ungkapnya.

Indra menambahkan, pemerintah wajib sesegera mungkin menyelidiki kasus tersebut dan meminta klarifikasi kepada Malaysia. Pemerintah harus segera mengirimkan tim dan menyelidiki secara serius fakta dan latar belakang kasus ini.

Pemerintah dalam hal ini Kemenlu dan KBRI tidak boleh hanya menerima keterangan atau klarifikasi sepihak dari kepolisian Malaysia saja.

"Tunjukan bahwa harga diri TKI kita merupakan sesuatu yang berharga dan tunjukan bahwa kita adalah negara besar yang tidak boleh diremehkan dan disepelekan oleh negara manapun," tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
BP2MI Apresiasi Polda...
BP2MI Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat TKI Ilegal
TNI AL Amankan 124 Pekerja...
TNI AL Amankan 124 Pekerja Migran Ilegal di Labuhanbatu Utara
Jual TKI Jadi Budak...
Jual TKI Jadi Budak Kapal Ikan China, 7 Orang Dibekuk Polda Kepri
Tiba di Batubara, 122...
Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina
Berita Terkini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved