Mendagri yakin tak ada pembangkangan di KPU
Minggu, 11 November 2012 - 17:21 WIB
Mendagri yakin tak ada pembangkangan di KPU
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, yakin tidak ada pembangkangan birokrasi di jajaran Sekretariat Jenderal (Setjen) Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dalam waktu dekat, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun berencana menggelar pertemuan dengan Komisioner dan Sekretaris Jenderal (sekjen) KPU guna membicarakan persoalan tersebut.
"Saya kira ini kesalahan komunikasi saja, saya yakin enggak ada pembangkangan," kata Gamawan Fauzi melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (11/11/2012).
Seperti diketahui, dalam sidang perdana dugaan pelanggaran kode etik Komisioner KPU dalam penyelenggaraan tahapan verifikasi administrasi partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2014 oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Jumat 9 November 2012, komisioner KPU Ida Budhiati mengatakan, pihaknya mengalami hambatan internal yang luar biasa selama penyelenggaraan tahapan verifikasi administrasi selama ini.
Hambatan itu pulalah yang mengakibatkan KPU memundurkan jadwal pengumuman hasil verifikasi administrasi parpol beberapa waktu lalu. Secara subjektif, dia menilai telah terjadi pembangkangan birokrasi di dalam tubuh Setjen KPU.
Menanggapi hal ini, Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan pasti ada jalan keluar yang dapat dilakukan guna meminimalisir kelemahan birokrasi yang dialami KPU tersebut. "Insya Allah, saya akan ketemu Komisioner dan Sekjen KPU, pastilah ada jalan keluarnya," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Reydonnyzar Moenek mengatakan, persoalan Sesekretariatan Jenderal KPU sesungguhnya persoalan internal lembaga penyelenggara pemilu tersebut.
Pemerintah, dalam hal ini, Kemendagri, tidak dapat mencampuri urusan internal KPU yang notabene lembaga mandiri. Namun, pihaknya dapat memberikan bantuan, dukungan, guna mengatasi kendala-kendala birokrasi yang dialami KPU selama hal tersebut dimintakan oleh KPU.
"Intinya, kita justru berkomitmen untuk mengawal, menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2014, apakah itu sumber daya, tenaga, akan kita kerahkan untuk sukses pemilu mendatang," katanya.
Dalam waktu dekat, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun berencana menggelar pertemuan dengan Komisioner dan Sekretaris Jenderal (sekjen) KPU guna membicarakan persoalan tersebut.
"Saya kira ini kesalahan komunikasi saja, saya yakin enggak ada pembangkangan," kata Gamawan Fauzi melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (11/11/2012).
Seperti diketahui, dalam sidang perdana dugaan pelanggaran kode etik Komisioner KPU dalam penyelenggaraan tahapan verifikasi administrasi partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2014 oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Jumat 9 November 2012, komisioner KPU Ida Budhiati mengatakan, pihaknya mengalami hambatan internal yang luar biasa selama penyelenggaraan tahapan verifikasi administrasi selama ini.
Hambatan itu pulalah yang mengakibatkan KPU memundurkan jadwal pengumuman hasil verifikasi administrasi parpol beberapa waktu lalu. Secara subjektif, dia menilai telah terjadi pembangkangan birokrasi di dalam tubuh Setjen KPU.
Menanggapi hal ini, Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan pasti ada jalan keluar yang dapat dilakukan guna meminimalisir kelemahan birokrasi yang dialami KPU tersebut. "Insya Allah, saya akan ketemu Komisioner dan Sekjen KPU, pastilah ada jalan keluarnya," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Reydonnyzar Moenek mengatakan, persoalan Sesekretariatan Jenderal KPU sesungguhnya persoalan internal lembaga penyelenggara pemilu tersebut.
Pemerintah, dalam hal ini, Kemendagri, tidak dapat mencampuri urusan internal KPU yang notabene lembaga mandiri. Namun, pihaknya dapat memberikan bantuan, dukungan, guna mengatasi kendala-kendala birokrasi yang dialami KPU selama hal tersebut dimintakan oleh KPU.
"Intinya, kita justru berkomitmen untuk mengawal, menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2014, apakah itu sumber daya, tenaga, akan kita kerahkan untuk sukses pemilu mendatang," katanya.
(kur)