Pelanggaran kode etik KPU mulai terungkap

Minggu, 11 November 2012 - 17:08 WIB
Pelanggaran kode etik...
Pelanggaran kode etik KPU mulai terungkap
A A A
Sindonews.com - Sidang pertama dugaan pelanggaran kode etik dan adminstratif Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), mulai membuka kesemerawutan penanganan verifikasi adminstratif di KPU.
Hal tersebut kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti terlihat dari pernyataan Komisioner KPU bahwa ada ‘pembangkangan’ Sekjen KPU terkait dengn kerja-kerja adminstratif.

"Pertama, penanganan verifikasi adminstratif calon parpol peserta pemilu tidak dilakukan dengan optimal. Bahkan memiliki potensi tidak dilakukan sesuai dengan UU atau peraturan lain. Kedua, pengakuan tak langsung bahwa dugaan masyarakat atas buruknya kinerja KPU dalam verifikasi mulai terbukti," kata Ray dalam rilis yang di terima SINDO di Jakarta, Minggu (11/11/2012).

Menurutnya, pengumuman 13 parpol yang lengkap administrasi faktualnya melalui siaran pers yang dikirimkan ke media, menunjukan seriusnya persoalan hubungan KPU dengan sekretariat.

Lanjutnya, pengumuman tersebut tidak sarat faktual, tidak secara langsung dapat menambah catatan buruk kinerja KPU. "Sekalipun begitu, kondisi ini masih dapat dimaklumi jika benar bahwa pengumuman ini tidak dapat dilakukan secara langsung akibat ricuhnya hubungan KPU dengan sekretariat," jelasnya.

Pernyataan ini mestinya, membuka jalan bagi DKPP untuk mulai masuk ke subtansi persoalan. Apakah, karena buruknya penanganan verifikasi adminstrasi ini berhubungan langsung atau tidak langsung dengan hasil verifikasi.

"Termasuk di dalamnya tentang nasib 12 parpol yang mengadu bahkan membuka kemungkinan untuk meniliti adminstrasi parpol-parpol yang sudah lolos ke faktual," paparnya.

Dia menambahkan, DKPP mestinya, mengarahkan sidang berikutnya ke arah itu dengan mencari implikasi-implikasi langsung dari pengakuan buruknya kinerja tersebut. Sehingga, sidang ini bukan saja sekadar mencari tahu apakah terjadi pelanggaran etik atau tidak.

"Tapi juga mampu membongkar kebenaran di belakang ketetapan-ketetapan yang dibuat penyelenggara pemilu," ungkapnya.

Sehingga dapat melihat dengan benar mana parpol yang semestinya berhak ikut tahapan pemilu dan mana parpol yg memang harus keluar dari tahapan ini. "Dugaan akan adanya ketidakjujuran sepanjang verifikasi makin kuat dengan pengakuan tersebut," tandasnya.
(kur)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
Terungkap Rencana Rahasia...
Terungkap Rencana Rahasia Golden Dome, Perisai Rudal Canggih AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved