Kerabat Hartati bantah intimidasi keluarga Amran
Minggu, 11 November 2012 - 09:26 WIB
Kerabat Hartati bantah intimidasi keluarga Amran
A
A
A
Sindonews.com - Kerabat Hartati Murdaya membantah pernyataan mantan Bupati Buol Amran Batalipu yang mengaku keluarganya sering diintimidasi oleh kerabat Hartati.
Salah satu staf Hartati Murdaya, M Al Khadziq mengatakan, saat melakukan kunjungan mereka tidak pernah melakukan sesuatu yang menjurus kepada penghinaan terhadap kerabat Amran.
Bahkan, mereka juga mengelak ketika mereka dituding sering menjelek jelekan keluarga Amran dengan kata kata keluarga pemeras.
“Pernyataan Amran Batalipu itu adalah pernyataan yang mengada-ada dan sama sekali tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan,” kata Khadziq di Jakarta, Minggu (11/11/2012).
Khadziq juga membantah suka menggelar konferensi pers di ruang kunjungan tahanan KPK. Apalagi konferensi pers yang isinya menjelek-jelekkan keluarga Amran Batalipu sebagai keluarga tukang peras.
“Kasus yang melibatkan Pak Amran ini sekarang sedang dalam proses hukum, oleh karena itu kami sepenuhnya percaya kepada aparat hukum yang akan mengungkap dan memutuskan apakah ini kasus pemerasan atau tidak,” jelasnya.
Khadziq bahkan balik menuding bahwa keluarga Amran merasa tertekan, terintimidasi, atau merasa dihina oleh pengunjung Hartati, hanya karena perasaan Amran Batalipu semata.
Sebab tidak ada satu orang pun dari pengunjung maupun keluarga besar Hartati yang menekan, mengintimidasi, menghina, atau mengejek Amran Batalipu maupun keluarganya.
“Kami juga tidak pernah menyingkirkan atau meminggirkan keluarga Pak Amran yang hendak berkunjung ke ruang tahanan KPK, sebab dalam keadaan Rutan KPK yang serba terkontrol oleh para petugas sangat tidak dimungkinkan bagi siapa pun untuk meminggirkan atau menyingkirkan pihak lain yang hendak berkunjung,” pungkasnya.
Salah satu staf Hartati Murdaya, M Al Khadziq mengatakan, saat melakukan kunjungan mereka tidak pernah melakukan sesuatu yang menjurus kepada penghinaan terhadap kerabat Amran.
Bahkan, mereka juga mengelak ketika mereka dituding sering menjelek jelekan keluarga Amran dengan kata kata keluarga pemeras.
“Pernyataan Amran Batalipu itu adalah pernyataan yang mengada-ada dan sama sekali tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan,” kata Khadziq di Jakarta, Minggu (11/11/2012).
Khadziq juga membantah suka menggelar konferensi pers di ruang kunjungan tahanan KPK. Apalagi konferensi pers yang isinya menjelek-jelekkan keluarga Amran Batalipu sebagai keluarga tukang peras.
“Kasus yang melibatkan Pak Amran ini sekarang sedang dalam proses hukum, oleh karena itu kami sepenuhnya percaya kepada aparat hukum yang akan mengungkap dan memutuskan apakah ini kasus pemerasan atau tidak,” jelasnya.
Khadziq bahkan balik menuding bahwa keluarga Amran merasa tertekan, terintimidasi, atau merasa dihina oleh pengunjung Hartati, hanya karena perasaan Amran Batalipu semata.
Sebab tidak ada satu orang pun dari pengunjung maupun keluarga besar Hartati yang menekan, mengintimidasi, menghina, atau mengejek Amran Batalipu maupun keluarganya.
“Kami juga tidak pernah menyingkirkan atau meminggirkan keluarga Pak Amran yang hendak berkunjung ke ruang tahanan KPK, sebab dalam keadaan Rutan KPK yang serba terkontrol oleh para petugas sangat tidak dimungkinkan bagi siapa pun untuk meminggirkan atau menyingkirkan pihak lain yang hendak berkunjung,” pungkasnya.
(ysw)