Bertanggungjawab grasi Ola, SBY ksatria

Sabtu, 10 November 2012 - 17:51 WIB
Bertanggungjawab grasi...
Bertanggungjawab grasi Ola, SBY ksatria
A A A
Sindonews.com - Sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang bertanggung jawab atas pemberian grasi kepada Meirika Franola alias Ola dalam kasus narkoba mendapat pujian dari para pembantunya.

"SBY mengatakan bertanggung jawab atas putusan itu, tanpa menyalahkan siapa saja, dan itulah sikap ksatria seorang pengambil keputusan," kata Staf Khusus Presiden bidang Informasi dan PR Heru Lelono dalam pesan singkatnya, Sabtu (10/11/2012).

Menurut Heru apa yang disampaikan langsung oleh SBY tentang grasi kepada terpidana Ola sudah sangat jelas dan transparan.

"Bila disimak benar, jelas di sana jiwa pertimbangan kemanusiaan sangat tampak melatari keputusan SBY. Dengan pengetahuan atas laporan bahwa Ola bukan tergolong bandar dan termasuk kurir, itulah yang mendasari keputusan pemberian grasi terhadapnya," jelasnya.

Dengan pemberian grasi ini, lanjutnya bukan berarti Ola bebas. "Yang bersangkutan akan mati juga di penjara karena masih harus menjalani hukuman seumur hidup," tegasnya.

Menurut Heru esensi penting, bukan saja hidup dan mati adalah masalah spiritual antara manusia dan Tuhan. Namun sesuai namanya Lembaga Pemasyarakatan sebenarnya bertugas mengusahakan terpidana sadar atas kesalahannya. "Banyak contoh termasuk di Indonesia, mantan penjahat sadar dan menjadi warga yang baik," terangnya.

"Mantan preman yang mungkin juga membuat orang terbunuh, bisa menjadi ulama. Mantan pecandu narkoba yang menjadi tokoh anti narkoba. Namun bila telah mendapat pengampunan untuk menjadi sadar, tetapi masih melakukan kejahatan kembali, hukumannya haruslah lebih berat, termasuk Ola," tambahnya.

Heru menegaskan, dasar kemanusiaan, hidup mati di tangan Tuhan, adalah dasar pertimbangan utama SBY dalam pemberian grasi.

"Saya pribadi ikut dalam kelompok yang berharap, suatu saat, hukuman mati ditiadakan. Seperti pula banyak masyarakat yang mengharapkan pemerintah untuk berupaya keras membebaskan saudara kita yg menjadi terpidana mati diluar negeri," pungkasnya.
(lns)
Berita Terkait
Hadapi Hukuman Mati,...
Hadapi Hukuman Mati, Pembunuh Keji Sisca Yofie Minta Grasi Presiden Jokowi
Dipenjara 22 Tahun,...
Dipenjara 22 Tahun, Mantan Presiden Korsel Park Geun-hye Diampuni Pemerintah
Obral Grasi, Militer...
Obral Grasi, Militer Myanmar Ampuni Lebih dari 23.000 Tahanan
Trump Obral Grasi di...
Trump Obral Grasi di Jam-jam Terakhir Kepresidenannya
Menko Polhukam Berencana...
Menko Polhukam Berencana Beri Grasi Massal untuk Narapidana Kasus Narkoba
Jelang Lengser, Presiden...
Jelang Lengser, Presiden AS Joe Biden Ringankan Hukuman Hampir 1.500 Penjahat dalam Sehari
Berita Terkini
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved