Resep John Norotouw tangani konflik Papua
Sabtu, 10 November 2012 - 12:21 WIB
Resep John Norotouw tangani konflik Papua
A
A
A
Sindonews.com - Mantan pejuang Organisasi Papua Merdeka (OPM) John Al Norotouw menekankan pentingnya melakukan pendekatan membangun raga dan membangun jiwa Papua dalam menangani permasalahan yang ada di Papua. Hal ini harus dilakukan pemerintah dalam menangani permasalahan di Papua.
"Seluruh elemen masyarakat Papua, baik pemerintahan, pihak swasta dan masyarakat Papua itu sendiri bersinergi dalam membangun dengan sepenuh hati dan pembangunan rekonsiliasi Papua," kata John Norotouw dalam peluncuran buku Save Our Papua di Jakarta, Sabtu (10/11/2012).
Untuk pembangunan raga (fisik), menurutnya pemerintah perlu membuka akses isolasi membangun jalan di wilayah pegunungan daerah terpencil lainnya dan memberi subsidi transportasi. Selain itu, perlu menguatkan kohesi sosial antara pendatang dan penduduk lokal dengan menyediakan tempat atau kegiatan untuk berinteraksi dan berasimilasi.
"Pemberdayaan ekonomi kerakyatan harus dilakukan sesuai dengan karakter geografi, potensi masyarakat lokal di masing-masing wilayah Papua," tegasnya.
Menurut John pembangunan jiwa harus dilakukan dengan menyembuhkan luka pada masa lalu. Karena pengalaman buruk masa lalu tentunya meninggalkan luka mendalam bagi rakyat Papua yang mengalaminya. "Kemajuan Papua di masa mendatang, tak ada gunanya kembali membuka luka, saatnya mengobati buka menambah luka,"ujarnya.
John menekankan pentingnya mengubur dendam dalam membangun jiwa Papua. "Akan lebih baik jika kita berkata mari kita menata yang lebih baik di masa depan," jelasnya.
"Tumbuhkan kepercayaan karena saling percaya adalah hal utama untuk membebaskan Papua dari kemiskinan, keterisolasian, keterbelakangan sehingga mampu menjadi tuan di dunia, jangan meragukan kemampuan kita sendiri," tambahnya.
John mengingatkan implementasi pembangunan Papua harus bertujuan untuk membangun jiwa dan raga dan jangan hanya membangun simbol.
"Hilangkan simbol NKRI Harga Mati maupun Papua Merdeka, karena yang dibutuhkan Papua saat ini adalah bagaimana pembangunan Papua dapat dilakukan secara tepat guna demi kesejahteraan masyarakat Papua itu sendiri,"tutupnya.
"Seluruh elemen masyarakat Papua, baik pemerintahan, pihak swasta dan masyarakat Papua itu sendiri bersinergi dalam membangun dengan sepenuh hati dan pembangunan rekonsiliasi Papua," kata John Norotouw dalam peluncuran buku Save Our Papua di Jakarta, Sabtu (10/11/2012).
Untuk pembangunan raga (fisik), menurutnya pemerintah perlu membuka akses isolasi membangun jalan di wilayah pegunungan daerah terpencil lainnya dan memberi subsidi transportasi. Selain itu, perlu menguatkan kohesi sosial antara pendatang dan penduduk lokal dengan menyediakan tempat atau kegiatan untuk berinteraksi dan berasimilasi.
"Pemberdayaan ekonomi kerakyatan harus dilakukan sesuai dengan karakter geografi, potensi masyarakat lokal di masing-masing wilayah Papua," tegasnya.
Menurut John pembangunan jiwa harus dilakukan dengan menyembuhkan luka pada masa lalu. Karena pengalaman buruk masa lalu tentunya meninggalkan luka mendalam bagi rakyat Papua yang mengalaminya. "Kemajuan Papua di masa mendatang, tak ada gunanya kembali membuka luka, saatnya mengobati buka menambah luka,"ujarnya.
John menekankan pentingnya mengubur dendam dalam membangun jiwa Papua. "Akan lebih baik jika kita berkata mari kita menata yang lebih baik di masa depan," jelasnya.
"Tumbuhkan kepercayaan karena saling percaya adalah hal utama untuk membebaskan Papua dari kemiskinan, keterisolasian, keterbelakangan sehingga mampu menjadi tuan di dunia, jangan meragukan kemampuan kita sendiri," tambahnya.
John mengingatkan implementasi pembangunan Papua harus bertujuan untuk membangun jiwa dan raga dan jangan hanya membangun simbol.
"Hilangkan simbol NKRI Harga Mati maupun Papua Merdeka, karena yang dibutuhkan Papua saat ini adalah bagaimana pembangunan Papua dapat dilakukan secara tepat guna demi kesejahteraan masyarakat Papua itu sendiri,"tutupnya.
(lns)