Hartati bantah mengintimidasi kerabat Amran
Kamis, 08 November 2012 - 22:08 WIB
Hartati bantah mengintimidasi kerabat Amran
A
A
A
Sindonews.com - Pemilik PT Hardaya Inti Plantation membantah pihaknya dituding pernah mengintimidasi kerabat Bupati Buol Amran Batalipu.
Mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini mengaku tak pernah melakukan seperti diungkapkan Amran dalam persidangan beberapa waktu lalu.
"Tanggapan saya, itu bohong besar, saya cek sekuriti. Karena saya sendiri kalau ketemu, sopan-sopan saja. Kita kan enggak boleh kampungan,“ ujar Hartati usai pelimpahan berkas tahap dua di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Menurut Hartati, tpihaknya telah mengecek kebenaran pengakuan Amran itu. “Saya cek apa ada yg menjelekkan, apa ada yang menyindir atau menghina, tidak ada buktinya. Saya tanya sekuriti KPK, saya tanyain apakah ada pengujung saya melakukan menyindir atau memojokkan atau menjelek jelekan Pak Bupati. Mereka bingung masa ada berita itu ya? Mereka bilang engga ada. Saya juga tanya itu ke penjaga-penjaga, saya perhatikan satu persatu semuanya lancar-lancar saja tuh. Tidak ada yang seperti dikatakan oleh beliau di pengadilan,“ jelasnya.
Hartati bahkan kembali menuding, tuduhan yang disampaikan Amran tersebut hanyalan sebagai caranya untuk pindah dari rutan KPK. “Mungkin karena beliau sakit pengen pindah aja. Jadi alasan itu dibuat buat,“ tudingnya.
Mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini mengaku tak pernah melakukan seperti diungkapkan Amran dalam persidangan beberapa waktu lalu.
"Tanggapan saya, itu bohong besar, saya cek sekuriti. Karena saya sendiri kalau ketemu, sopan-sopan saja. Kita kan enggak boleh kampungan,“ ujar Hartati usai pelimpahan berkas tahap dua di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Menurut Hartati, tpihaknya telah mengecek kebenaran pengakuan Amran itu. “Saya cek apa ada yg menjelekkan, apa ada yang menyindir atau menghina, tidak ada buktinya. Saya tanya sekuriti KPK, saya tanyain apakah ada pengujung saya melakukan menyindir atau memojokkan atau menjelek jelekan Pak Bupati. Mereka bingung masa ada berita itu ya? Mereka bilang engga ada. Saya juga tanya itu ke penjaga-penjaga, saya perhatikan satu persatu semuanya lancar-lancar saja tuh. Tidak ada yang seperti dikatakan oleh beliau di pengadilan,“ jelasnya.
Hartati bahkan kembali menuding, tuduhan yang disampaikan Amran tersebut hanyalan sebagai caranya untuk pindah dari rutan KPK. “Mungkin karena beliau sakit pengen pindah aja. Jadi alasan itu dibuat buat,“ tudingnya.
(lns)