Andi Mallarangeng korbankan Wafid Muharram
Kamis, 08 November 2012 - 04:29 WIB
Andi Mallarangeng korbankan Wafid Muharram
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malaranggeng telah mengkambing hitamkan mantan Sekretaris Menpora (Sesmenpora) Wafid Muharram untuk menjalankan proyek pembangunan sport center Hambalang yang sarat terjadi tindakan korupsi.
Hal tersebut dibeberkan oleh terpidana kasus wisma atlet, Muhammad Nazaruddin usai diperiksa KPK terkait dengan kasus yang telah menjerat Dedy Kusdinar sebagai tersangka.
"Wafid pernah melapor ke Anas mengenai sertifikat Hambalang yang berhasil dibuat. Tapi, masih ada masalah, karena di Menpora yang baru semua eselon satu saat itu sedang dievaluasi jadi tidak ada yang berani menjalankan proyek Hambalang dan program menpora yang lain," kata Nazar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Lanjutnya, Wafid menggunakan Anas Urbaningrum agar dirinya bisa lepas dari evaluasi tersebut. Anas pun kemudian segera memanggil para anggota serta Komisi X untuk merencanakan proyek tersebut agar tetap berjalan.
“Wafid minta bantu Anas supaya dikomunikasikan ada instruksi langsung dari Menpora supaya Wafid komunikasi intens dengan Komisi X. Anas kemudian memanggil Mahyudin, saya (Nazarudin), Angelina Sondakh, Mirwan Amir diperintahkan ketemu Andi Malaranggeng," bebernya.
Pertemuan yang berlangsung pada Januari 2010 itu pun kemudian dilakukan di kantor Kemenpora. Mahyudin selaku Ketua Komisi X kala itu pun kemudian membuka omongang dengan Andi mengenai sinergi kedua institusi tersebut.
Menurut Mahyudin, pihaknya sebagai pembuat kebijakan haruslah berkomunikasi secara intens dengan kementerian. Terlebih, ada beberapa proyek seperti pembangunan di Hambalang, pelaksanaan PON, persiapan Sea Games dan hal lainnya.
“Tapi kan tidak mungkin teman-teman komisi X komunikasi dengan Menpora secara intens. Harus ada eselon 1 yang berkomunikasi secara intens. Akhirnya disepakati si Wafid sebagai perwakilan,“ tukasnya kembali.
Angelina Sondakh pun kemudian ikut berbicara dalam percakapan tersebut. Menurut Nazarudin, Angie sempat mengancam, jika permintaan tersebut tidak dikabulkan, berbagai proyek tersebut dipastikan tidak akan berjalan.
“Sesudah itu langsung pak menpora dari meja makannya menelpon supaya Wafid ke ruangannya. Lalu Andi bicara bahwa Wafid, baru akan dianggap berhasil menjalankan tugas jika dia melakukan komunikasi intens dengan komisi X khususnya sama ketua komisi bu angie sama mirwan. Kalau mereka ngeluh lagi, dan tidak ada komunikasi intens, maka bapak termasuk salah satu eselon satu yang saya evaluasi,“ tiru Nazar menirukan percakapan.
“Andi menekan wafid supaya proyek jalan. Yang harus dijalankan pak wafid proyek nasional hambalang, persiapan sea games, persiapan pon dan persiapan lapangan bermain olaharga di tingkat kabupaten,“ tandasnya.
Hal tersebut dibeberkan oleh terpidana kasus wisma atlet, Muhammad Nazaruddin usai diperiksa KPK terkait dengan kasus yang telah menjerat Dedy Kusdinar sebagai tersangka.
"Wafid pernah melapor ke Anas mengenai sertifikat Hambalang yang berhasil dibuat. Tapi, masih ada masalah, karena di Menpora yang baru semua eselon satu saat itu sedang dievaluasi jadi tidak ada yang berani menjalankan proyek Hambalang dan program menpora yang lain," kata Nazar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Lanjutnya, Wafid menggunakan Anas Urbaningrum agar dirinya bisa lepas dari evaluasi tersebut. Anas pun kemudian segera memanggil para anggota serta Komisi X untuk merencanakan proyek tersebut agar tetap berjalan.
“Wafid minta bantu Anas supaya dikomunikasikan ada instruksi langsung dari Menpora supaya Wafid komunikasi intens dengan Komisi X. Anas kemudian memanggil Mahyudin, saya (Nazarudin), Angelina Sondakh, Mirwan Amir diperintahkan ketemu Andi Malaranggeng," bebernya.
Pertemuan yang berlangsung pada Januari 2010 itu pun kemudian dilakukan di kantor Kemenpora. Mahyudin selaku Ketua Komisi X kala itu pun kemudian membuka omongang dengan Andi mengenai sinergi kedua institusi tersebut.
Menurut Mahyudin, pihaknya sebagai pembuat kebijakan haruslah berkomunikasi secara intens dengan kementerian. Terlebih, ada beberapa proyek seperti pembangunan di Hambalang, pelaksanaan PON, persiapan Sea Games dan hal lainnya.
“Tapi kan tidak mungkin teman-teman komisi X komunikasi dengan Menpora secara intens. Harus ada eselon 1 yang berkomunikasi secara intens. Akhirnya disepakati si Wafid sebagai perwakilan,“ tukasnya kembali.
Angelina Sondakh pun kemudian ikut berbicara dalam percakapan tersebut. Menurut Nazarudin, Angie sempat mengancam, jika permintaan tersebut tidak dikabulkan, berbagai proyek tersebut dipastikan tidak akan berjalan.
“Sesudah itu langsung pak menpora dari meja makannya menelpon supaya Wafid ke ruangannya. Lalu Andi bicara bahwa Wafid, baru akan dianggap berhasil menjalankan tugas jika dia melakukan komunikasi intens dengan komisi X khususnya sama ketua komisi bu angie sama mirwan. Kalau mereka ngeluh lagi, dan tidak ada komunikasi intens, maka bapak termasuk salah satu eselon satu yang saya evaluasi,“ tiru Nazar menirukan percakapan.
“Andi menekan wafid supaya proyek jalan. Yang harus dijalankan pak wafid proyek nasional hambalang, persiapan sea games, persiapan pon dan persiapan lapangan bermain olaharga di tingkat kabupaten,“ tandasnya.
(mhd)