KPK diminta buktikan keterlibatan Andi Mallarangeng

Rabu, 07 November 2012 - 19:03 WIB
KPK diminta buktikan...
KPK diminta buktikan keterlibatan Andi Mallarangeng
A A A
Sindonews.com - Kasus korupsi pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Jawa Barat yang disebut-sebut akan menjerat berbagai petinggi Partai Demokrat, dinilai sebagai trik korupsi modern.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi menilai, tindakan korupsi Hambalang tersebut sudah terjadi secara sistematis dan tersusun rapi.

“Itu dimulai dari mark up anggaran, yang dirancang dengan matang. Lalu di tingkat pelaksanaan terjadi lagi korupsi,“ kata Adhie, saat dihubungi sindonews, Rabu (7/11/2012).

Menurutnya, KPK harus segera bertindak pro aktif untuk membongkar keseluruhan kasus Hambalang. Sebab, Nazaruddin sudah membuka korupsi itu hingga level anggaran.

“KPK tinggal menindaklanjuti proses hukumnya. Di tingkat pelaksanaan, jalan korupsinya sudah dibuka oleh Wafid dan Deddy," jelasnya.

Adhie juga mengatakan, dua level korupsi Hambalang itu tentu diketahui oleh kuasa pengguna anggaran yakni, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng. Oleh karena itu, KPK pun memiliki tugas untuk membuktikan kebenaran asumsi keterlibatan Menpora tersebut.

"Jadi Hambalang itu, kalau anggarannya Rp2,3 Triliun, korupsinya di level anggaran 30 persen, dan di tingkat perencanaan sekira 30 persen juga," bebernya.

Adhie menilai, penyitaan dokumen dari kantor subkontraktor Hambalang beberapa hari lalu dan pemeriksaan saksi-saksi dari perusahaan itu, menjadi bagian dari penelusuran korupsi di tingkat pelaksanaan.

Untuk itu Adhie berpandangan, pemeriksaan Direktur Operasional PT Metaphora Solusi Global Asep Wibowo menunjukkan KPK tengah berupaya mengungkap aliran dana proyek Hambalang yang berasal dari subkontraktor.

"Tapi aliran dana yang bocor di tingkat pelaksanaan. Yang mengalirkan adalah perusahaan yang dapat tender. KPK jangan terlalu asyik main di bawah. Aliran dana tidak perlu dirunut lewat pemeriksaan saksi. Telusuri lewat PPATK. Kemudian segera tangkap big fish-nya. Dari mulut big fish, dengan sendirinya akan keluar segala jenis dan tingkatan koruptor lainnya," tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Bebas dari Lapas Sukamiskin,...
Bebas dari Lapas Sukamiskin, Anas Urbaningrum Langsung Sampaikan Pidato Ini
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved