BPK kaburkan peran Andi Mallarangeng?
Rabu, 07 November 2012 - 12:21 WIB
BPK kaburkan peran Andi Mallarangeng?
A
A
A
Sindonews.com - Terpidana kasus wisma atlet Muhamad Nazaruddin membantah keras hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait tindakan pembiaran yang dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng dalam proyek Hambalang.
Menurutnya, kesalahan tersebut bukan hanya sekadar pembiaran, melainkan hasil dari kreasi Andi Mallarangeng. Bahkan, mantan anggota Komisi III itu pun menuding BPK sengaja mengaburkan hasil audit tersebut.
“Enggak benar itu, kan hanya laporan BPK yang dikaburkan saja,“ kata Nazaruddin, saat akan menjalani pemeriksaan terkait kasus Hambalang, di KPK, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Mantan anggota Badan Anggaran DPR RI itu pun berulang kali menuding BPK telah diintervensi oleh para petinggi Demokrat yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk Andi Mallarangeng.
“Sebenarnya BPK terlampau menutupi, peran Andi tidak dimasukan, saya lihat ada intervensi kepada BPK,“ tegasnya.
Ditambahkan Nazar, upaya manipulasi itu pun akan terus berhasil. Dikarenakan kasus tersebut dilindungi oleh tangan partai penguasa di Indonesia.
“Aktornya kan jelas, Andi Mallarangeng dan Anas. Cuma ini kan namanya penguasa, partai penguasa, yang megang republik ini,“ tandasnya.
Menurutnya, kesalahan tersebut bukan hanya sekadar pembiaran, melainkan hasil dari kreasi Andi Mallarangeng. Bahkan, mantan anggota Komisi III itu pun menuding BPK sengaja mengaburkan hasil audit tersebut.
“Enggak benar itu, kan hanya laporan BPK yang dikaburkan saja,“ kata Nazaruddin, saat akan menjalani pemeriksaan terkait kasus Hambalang, di KPK, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Mantan anggota Badan Anggaran DPR RI itu pun berulang kali menuding BPK telah diintervensi oleh para petinggi Demokrat yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk Andi Mallarangeng.
“Sebenarnya BPK terlampau menutupi, peran Andi tidak dimasukan, saya lihat ada intervensi kepada BPK,“ tegasnya.
Ditambahkan Nazar, upaya manipulasi itu pun akan terus berhasil. Dikarenakan kasus tersebut dilindungi oleh tangan partai penguasa di Indonesia.
“Aktornya kan jelas, Andi Mallarangeng dan Anas. Cuma ini kan namanya penguasa, partai penguasa, yang megang republik ini,“ tandasnya.
(rsa)