Amran Batalipu keluhkan pelayanan dokter KPK
Senin, 05 November 2012 - 10:41 WIB
Amran Batalipu keluhkan pelayanan dokter KPK
A
A
A
Sindonews.com - Terdakwa kasus penyuapan pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Amran Batalipu, mengeluhkan pelayanan dokter yang ada di rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Amran menilai dokter yang ada di KPK tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal sewaktu dirinya sedang mengalami sakit.
“Waktu itu tanggal 8 Oktober 2012 saya mengalami sakit di bagian perut dan harus di ampal. Namun, karena tidak ada dokter di KPK yang bisa melakukan perawatan, saya akhirnya meminta untuk dirujuk ke RS Abdi Waluyo,“ kata Amran, di persidangan pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Menurut Amran, pelayanan dokter yang ada di KPK hanya bekerja berdasarkan waktu kerja kantoran saja. Sehingga, jika nantinya ada keluhan di malam hari, pihaknya pun tidak bisa mendapatkan perawatan.
“Dokter di KPK hanya sampai pukul lima sore, dan tidak pernah 24 jam. Saya pun makanya meminta dipindahkan ke rutan cipinang, karena disana pelayanan dokternya ada yang 24 jam,“ jelasnya.
Amran menilai dokter yang ada di KPK tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal sewaktu dirinya sedang mengalami sakit.
“Waktu itu tanggal 8 Oktober 2012 saya mengalami sakit di bagian perut dan harus di ampal. Namun, karena tidak ada dokter di KPK yang bisa melakukan perawatan, saya akhirnya meminta untuk dirujuk ke RS Abdi Waluyo,“ kata Amran, di persidangan pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Menurut Amran, pelayanan dokter yang ada di KPK hanya bekerja berdasarkan waktu kerja kantoran saja. Sehingga, jika nantinya ada keluhan di malam hari, pihaknya pun tidak bisa mendapatkan perawatan.
“Dokter di KPK hanya sampai pukul lima sore, dan tidak pernah 24 jam. Saya pun makanya meminta dipindahkan ke rutan cipinang, karena disana pelayanan dokternya ada yang 24 jam,“ jelasnya.
(rsa)