Konflik Lampung, ada agenda terselubung
Senin, 05 November 2012 - 10:15 WIB
Konflik Lampung, ada agenda terselubung
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin menilai bentrok antar warga di Kalianda, Lampung Selatan besar kemungkinan mengandung muatan terselubung, termasuk agenda politik tertentu.
Dia juga menegaskan konflik tersebut juga bukan perang suku sebagaimana yang selama ini dimunculkan.
"Saya baru dari Lampung dan saya menangkap konflik di Kalianda itu bukan konflik antar suku. Buktinya warga dari suku Bali di daerah Lampung yang lain sangat banyak dan mereka terbukti dapat hidup berdampingan dengan rukun," ujar Azis, sepulang dari Lampung, Senin (5/11/2012).
Aziz menambahkan, kuat dugaan ada agenda terselubung dari sekelompok pihak yang memang akan mendapat keuntungan dari konflik tersebut.
"Saya warga Lampung, makanya saya paham soal beginian. Enggak ada konflik suku di sana karena warga Bali di wilayah Lampung lainnya semua rukun dan hidup berdampingan. Jadi besar kemungkinan ada sesuatu yang terselubung," katanya.
Sayangnya Azis tak menyebut apa agenda terselubung yang dimaksud. Dia hanya meminta agar aparatur pemerintah di Lampung segera turun tangan agar situasi segera kondusif.
Politikus Partai Golkar ini menegaskan, Pemda Lampung sejauh ini memang sudah berencana memberikan bantuan Rp10 juta untuk setiap rumah yang rusak. Namun bantuan dari pemerintah pusat belum ada sehingga proses pemulihan segera tercapai.
"Malah saya tekankan juga agar perusahan-perusahaan di Lampung juga ikut memberi bantuan," tegasnya.
Rombongan Komisi III diketahui telah berangkat ke lokasi bentrokan dan menemui warga yang jadi korban. Mereka juga bertemu dengan para pengungsi di SPN Kemiling. Sejumlah anggota Komisi III tampak hadir diantaranya Martin Hutabarat, Adang Daradjatun, dan Nudirman Munir.
Dia juga menegaskan konflik tersebut juga bukan perang suku sebagaimana yang selama ini dimunculkan.
"Saya baru dari Lampung dan saya menangkap konflik di Kalianda itu bukan konflik antar suku. Buktinya warga dari suku Bali di daerah Lampung yang lain sangat banyak dan mereka terbukti dapat hidup berdampingan dengan rukun," ujar Azis, sepulang dari Lampung, Senin (5/11/2012).
Aziz menambahkan, kuat dugaan ada agenda terselubung dari sekelompok pihak yang memang akan mendapat keuntungan dari konflik tersebut.
"Saya warga Lampung, makanya saya paham soal beginian. Enggak ada konflik suku di sana karena warga Bali di wilayah Lampung lainnya semua rukun dan hidup berdampingan. Jadi besar kemungkinan ada sesuatu yang terselubung," katanya.
Sayangnya Azis tak menyebut apa agenda terselubung yang dimaksud. Dia hanya meminta agar aparatur pemerintah di Lampung segera turun tangan agar situasi segera kondusif.
Politikus Partai Golkar ini menegaskan, Pemda Lampung sejauh ini memang sudah berencana memberikan bantuan Rp10 juta untuk setiap rumah yang rusak. Namun bantuan dari pemerintah pusat belum ada sehingga proses pemulihan segera tercapai.
"Malah saya tekankan juga agar perusahan-perusahaan di Lampung juga ikut memberi bantuan," tegasnya.
Rombongan Komisi III diketahui telah berangkat ke lokasi bentrokan dan menemui warga yang jadi korban. Mereka juga bertemu dengan para pengungsi di SPN Kemiling. Sejumlah anggota Komisi III tampak hadir diantaranya Martin Hutabarat, Adang Daradjatun, dan Nudirman Munir.
(rsa)