Hari ketiga, ISCL ajarkan semangat wirausaha
Minggu, 04 November 2012 - 00:33 WIB
Hari ketiga, ISCL ajarkan semangat wirausaha
A
A
A
Sindonews.com - Di hari ketiga program Indonesia Student Leadership Camp (ISLC) 2012, masih terlihat semangat mengikuti kegiatan. Mulai dari diskusi yang telah dimulai pada hari pertama hingga kegiatan fisik berupa out bond untuk mengakrabkan para peserta.
Salah satu diskusi menarik hari ini adalah mengenai kewirausahaan sosial. Terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan pada Goris Mustaqim, Founder Asgar Muda dan Yovita, Founder Nalacity Foundation. Keduanya memaparkan poin-poin penting dalam pengenalan kewirausahaan sosial.
"Kebanyakan peserta menanyakan mengenai kewirausahaan yang layak dan dapat direalisasikan oleh mereka dengan usia yang memang relatif masih muda," kata Goris, Sabtu (3/11/2012).
Menurut dia, merupakan hal penting menjadi pemimpin yang sadar akan pemberdayaan masyarakat berbasis sosial entrepreneurship dan memberikan manfaat nyata. "Tentu tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga memberikan masukan pada masyarakat," paparnya.
Demikian halnya penjelasan Jovita yang menurut dia sangat penting mengetahui dengan baik kondisi para masyarakat yang diperdayakan. "Masyarakat harus tahu, bahwa mantan penderita penyakit kusta tidak menularkan kusta, dan kami membantunya untuk bisa mandiri dan mampu berubah dan mandiri," tukasnya.
Saat ini, dirinya sedang menjalankan social project di daerah Sitanala untuk membantu para mantan penderita kusta untuk dapat hidup mandiri.
Salah satu diskusi menarik hari ini adalah mengenai kewirausahaan sosial. Terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan pada Goris Mustaqim, Founder Asgar Muda dan Yovita, Founder Nalacity Foundation. Keduanya memaparkan poin-poin penting dalam pengenalan kewirausahaan sosial.
"Kebanyakan peserta menanyakan mengenai kewirausahaan yang layak dan dapat direalisasikan oleh mereka dengan usia yang memang relatif masih muda," kata Goris, Sabtu (3/11/2012).
Menurut dia, merupakan hal penting menjadi pemimpin yang sadar akan pemberdayaan masyarakat berbasis sosial entrepreneurship dan memberikan manfaat nyata. "Tentu tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga memberikan masukan pada masyarakat," paparnya.
Demikian halnya penjelasan Jovita yang menurut dia sangat penting mengetahui dengan baik kondisi para masyarakat yang diperdayakan. "Masyarakat harus tahu, bahwa mantan penderita penyakit kusta tidak menularkan kusta, dan kami membantunya untuk bisa mandiri dan mampu berubah dan mandiri," tukasnya.
Saat ini, dirinya sedang menjalankan social project di daerah Sitanala untuk membantu para mantan penderita kusta untuk dapat hidup mandiri.
(san)