ISLC asah kecerdasan pemuda
Jum'at, 02 November 2012 - 20:59 WIB
ISLC asah kecerdasan pemuda
A
A
A
Sindonews.com - Di hari kedua Indonesia Student Leadership Camp (ISLC) 2012, peserta mengikuti seminar terkait kepemudaan. Pemuda Indonesia adalah harapan bangsa, untuk menuju perubahan yang lebih baik.
Menjadi pemuda Indonesia yang berprestasi dan berkontribusi melalui caranya masing-masing, berarti turut menyelamatkan masa depan Indonesia. Dua hal tersebut, merupakan garis besar materi yang disampaikan dalam ISLC 2012.
"Kami mengajak seluruh peserta ISLC untuk membuka pikiran dalam menciptakan prestasi dan memberikan kebermanfaatan kepada lingkungannya," kata Officer Project ISLC 2012 Rindi Danika Sari, di Depok, Jumat (2/11/2012).
Sesi pertama dalam Grand Opening ini berbentuk talkshow dengan tema “Indonesia Cerdas”. Di moderatori oleh Andhita Firselly Utami, salah satu Founder Indonesia Future Leaders (IFL), acara yang berlangsung selama kurang lebih dari dua jam ini, membahas mengenai prestasi dan kontribusi dalam dua sudut pandang yang berbeda, yakni guru dan murid.
Pembicara pertama Sri Rosiati dan Sri Irianingsih, pendiri sekolah darurat Kartini bagi anak-anak jalanan dan kurang mampu, memberi pengetahuan baru bagaimana seorang guru berupaya mencerdaskan anak-anak muda. Sebuah gerakan dimulai dari peduli terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar.
"Kemudian mengerjakan proyek perubahan dengan teguh. Beliau memberikan pengalamannya, mengenai jatuh bangunnya mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak jalanan dan kurang mampu," ujarnya.
Iman Usman, mahasiswa berprestasi tingkat nasional 2012 menyampaikan, bagaimana pemuda dapat meningkatkan kapasitasnya dalam meraih pencapaian-pencapaian baru.
Menurutnya, ukuran-ukuran pencapaian tersebut tidak dinilai dari seberapa banyak penghargaan yang diterima namun bagaimana mengusahakan yang terbaik untuk mencapai target. "Peserta diajar untuk memelihara semangat belajar dan berprestasi untuk Indonesia," ujar Iman.
Menjadi pemuda Indonesia yang berprestasi dan berkontribusi melalui caranya masing-masing, berarti turut menyelamatkan masa depan Indonesia. Dua hal tersebut, merupakan garis besar materi yang disampaikan dalam ISLC 2012.
"Kami mengajak seluruh peserta ISLC untuk membuka pikiran dalam menciptakan prestasi dan memberikan kebermanfaatan kepada lingkungannya," kata Officer Project ISLC 2012 Rindi Danika Sari, di Depok, Jumat (2/11/2012).
Sesi pertama dalam Grand Opening ini berbentuk talkshow dengan tema “Indonesia Cerdas”. Di moderatori oleh Andhita Firselly Utami, salah satu Founder Indonesia Future Leaders (IFL), acara yang berlangsung selama kurang lebih dari dua jam ini, membahas mengenai prestasi dan kontribusi dalam dua sudut pandang yang berbeda, yakni guru dan murid.
Pembicara pertama Sri Rosiati dan Sri Irianingsih, pendiri sekolah darurat Kartini bagi anak-anak jalanan dan kurang mampu, memberi pengetahuan baru bagaimana seorang guru berupaya mencerdaskan anak-anak muda. Sebuah gerakan dimulai dari peduli terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar.
"Kemudian mengerjakan proyek perubahan dengan teguh. Beliau memberikan pengalamannya, mengenai jatuh bangunnya mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak jalanan dan kurang mampu," ujarnya.
Iman Usman, mahasiswa berprestasi tingkat nasional 2012 menyampaikan, bagaimana pemuda dapat meningkatkan kapasitasnya dalam meraih pencapaian-pencapaian baru.
Menurutnya, ukuran-ukuran pencapaian tersebut tidak dinilai dari seberapa banyak penghargaan yang diterima namun bagaimana mengusahakan yang terbaik untuk mencapai target. "Peserta diajar untuk memelihara semangat belajar dan berprestasi untuk Indonesia," ujar Iman.
(san)