Golkar tentukan cawapres usai Pileg
Jum'at, 02 November 2012 - 16:47 WIB
Golkar tentukan cawapres usai Pileg
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar belum menentukan siapa calon wakil presiden (cawapres) yang akan disandingkan dengan calon presiden (capres) Aburizal Bakrie (Ical). Partai berlambang pohon beringin ini sengaja tak terburu-buru memilih siapa cawapres yang layak dijagokan maju pada bursa Pilpres 2014..
Begitu pula apa yang disarankan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad ini. Dia juga menginginkan penentuan cawapres dilakukan setelah hasil pemilu legislatif diumumkan.
"Tunggu hasil Pemilu legislatif dulu, jangan terbawa hasil survei, sesudah Pemilu lebih enak melihatnya," ujar Fadel di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (2/11/2012).
Mantan Gubenur Gorontalo ini berharap Ical nantinya akan memilih pendampingnya dari suku Jawa dan juga kader partai politik (parpol). "Saya berharap cawapres itu dari Jawa, dan kalau bisa itu dibawa oleh parpol," harapnya.
Diakui Fadel, dalam penentuan cawapres ini terjadi perbedaan pendapat di internal Partai Golkar. Sebab, ada pula pihak yang menginginkan agar Ical secepatnya memilih pasangan.
Seperti misalnya muncul nama mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dilirik oleh Golkar. Namun, dari pandangan Fadel, hal itu sangat sulit diwujudkan karena terdapat perbedaan pandangan politik dan ekonomi antara Sri Mulyani dengan Golkar.
"Sri Mulyani orangnya pintar dan cerdas, tapi dia berbeda aliran politik dengan Partai Golkar. Belum tentu dia masuk," pungkas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini.
Begitu pula apa yang disarankan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad ini. Dia juga menginginkan penentuan cawapres dilakukan setelah hasil pemilu legislatif diumumkan.
"Tunggu hasil Pemilu legislatif dulu, jangan terbawa hasil survei, sesudah Pemilu lebih enak melihatnya," ujar Fadel di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (2/11/2012).
Mantan Gubenur Gorontalo ini berharap Ical nantinya akan memilih pendampingnya dari suku Jawa dan juga kader partai politik (parpol). "Saya berharap cawapres itu dari Jawa, dan kalau bisa itu dibawa oleh parpol," harapnya.
Diakui Fadel, dalam penentuan cawapres ini terjadi perbedaan pendapat di internal Partai Golkar. Sebab, ada pula pihak yang menginginkan agar Ical secepatnya memilih pasangan.
Seperti misalnya muncul nama mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dilirik oleh Golkar. Namun, dari pandangan Fadel, hal itu sangat sulit diwujudkan karena terdapat perbedaan pandangan politik dan ekonomi antara Sri Mulyani dengan Golkar.
"Sri Mulyani orangnya pintar dan cerdas, tapi dia berbeda aliran politik dengan Partai Golkar. Belum tentu dia masuk," pungkas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini.
(lns)