Tangani konflik, Kapolda Lampung bertemu tokoh masyarakat
Rabu, 31 Oktober 2012 - 14:54 WIB
Tangani konflik, Kapolda Lampung bertemu tokoh masyarakat
A
A
A
Sindonews.com - Kapolda Lampung menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dari dua kelompok masyarakat yang terlibat bentrokan beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut, untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang menjadi sumber bentrokan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan laporan terkait hasil pertemuan antara Kapolda Lampung dengan sejumlah tokoh masyarakat. Untuk itu, dia meminta masyarakat mau sabar untuk menunggu hasilnya.
"Upaya itu apa saja, kita tunggu saja. Namun, saya berharap agar masyarakat tetap tenang, dan tidak meninggalkan kampung halamannya," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2012).
Dia mengungkapkan, hingga kini telah ada 434 keluarga yang terdiri dari 365 anak-anak, 551 warga pria, dan 787 warga wanita yang mengungsi di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Lampung.
Lebih lanjut dia juga berharap akan ada perbaikan dari sarana dan prasarana publik yang rusak, serta bangunan rumah yang dirusak dalam insiden itu. Menurutnya, polisi beserta TNI akan ikut membantu perbaikan tersebut.
Dia juga menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum bisa mengidentifikasi tersangka dalam bentrokan tersebut, namun telah memeriksa saksi yang berasal dari masyarakat.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan laporan terkait hasil pertemuan antara Kapolda Lampung dengan sejumlah tokoh masyarakat. Untuk itu, dia meminta masyarakat mau sabar untuk menunggu hasilnya.
"Upaya itu apa saja, kita tunggu saja. Namun, saya berharap agar masyarakat tetap tenang, dan tidak meninggalkan kampung halamannya," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2012).
Dia mengungkapkan, hingga kini telah ada 434 keluarga yang terdiri dari 365 anak-anak, 551 warga pria, dan 787 warga wanita yang mengungsi di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Lampung.
Lebih lanjut dia juga berharap akan ada perbaikan dari sarana dan prasarana publik yang rusak, serta bangunan rumah yang dirusak dalam insiden itu. Menurutnya, polisi beserta TNI akan ikut membantu perbaikan tersebut.
Dia juga menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum bisa mengidentifikasi tersangka dalam bentrokan tersebut, namun telah memeriksa saksi yang berasal dari masyarakat.
(lil)