Prasasti Raja Sankhara dijual keluarga Adam Malik

Selasa, 30 Oktober 2012 - 19:28 WIB
Prasasti Raja Sankhara...
Prasasti Raja Sankhara dijual keluarga Adam Malik
A A A
Sindonews.com - Prasasti Raja Sankhara yang merupakan bukti Syailendra adalah wangsa (dinasti) tunggal kini hilang dan tidak meninggalkan jejak.

Prasasti yang berasal dari abad kedelapan masehi ini diketahui dijual oleh keluarga mantan Menteri Luar Negeri Adam Malik. Sebelumnya, prasasti ini tersimpan di Museum Adam Malik. Namun, setelah Adam Malik meninggal, museum ini bangkrut sekira 2005-2006.

Selanjutnya, semua barang dan benda cagar alam yang tersimpan dijual oleh ahli warisnya, termasuk prasasti yang ditemukan di Sragen, Jawa Tengah.

"Keberadaan Prasasti Raja Sankhara masih sulit untuk diidentifikasi, karena dijual oleh keluarga Adam Malik secara loakan. Dan koleksi-koleksi museum ini dijual begitu saja tanpa sepengetahuan pemerintah dan Direktorat Permuseuman," kata peneliti Pusat Arkeolog Nasional Bambang Budi Utomo di Hotel Manohara, Magelang, Selasa(30/10/2012).

Bambang mengaku pernah melaporkan ke Direktorat Purbakala, yang sekarang menjadi Direktorat Cagar Budaya Permuseuman, beberapa tahun silam. Namun, hingga saat ini belum mendapat respon positif.

"Sampai sekarang belum ditindaklanjuti. Alasannya, laporan itu harus datang dari ahli waris Adam Malik. Padahal saya saja sudah cukup laporkan soal ini," lanjutnya.

Bambang memprediksikan, Prasasti Raja Sankhara belum berpindah tangan ke pemilik luar negeri. Menurutnya, akses penjualan benda itu harus melalui bea cukai.

"Saya pikir belum, karena kalau mau dijual ke luar negeri harus melalui bea cukai. Selama ini, kalau ada benda yang berbentuk kuno biasanya pihak bea cukai memanggil kami lebih dulu," paparnya.

Secara tegas, dia juga menyampaikan pihak terkait harus melakukan penelusuran terhadap keberadaan prasasti ini. Selain cagar budaya, tentu benda ini menyimpan sejarah nusantara.

Prasasti Raja Sankhara memiliki ukuran sekira satu meter dengan bentuk menyerupai pepunden. Di tubuh batu berwarna abu-abu itu terdapat tulisan jawa kuno yang mengisahkan seorang tokoh bernama Raja Sankhara berpindah agama karena agama Siwa yang dianut adalah agama yang ditakuti banyak orang.
(rsa)
Berita Terkait
Kenalkan Budaya Nusantara,...
Kenalkan Budaya Nusantara, Perinma Gelar This is Indonesia
KEN 2024 Resmi Digelar,...
KEN 2024 Resmi Digelar, Hadirkan Ragam Parade Festival Seni dan Budaya Indonesia
Jelaskan Tarian Nusantara...
Jelaskan Tarian Nusantara kepada Jokowi, Butet Kartaredjasa: Bangun Akar dan Budaya
Tujuh Tari Tradisional...
Tujuh Tari Tradisional Asal Indonesia yang Mendunia
Satukan Kebudayaan di...
Satukan Kebudayaan di IKN, Festival Harmoni Budaya Nusantara 2024 Resmi Ditutup
Jagantara Hadirkan Pasar...
Jagantara Hadirkan Pasar Rakyat di Tengah Mal, Nostalgia Jajanan Masa Kecil
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
Karier Militer Mayjen...
Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved