Menlu: Iklan diskon TKI langgar nota kesepahaman
Senin, 29 Oktober 2012 - 20:25 WIB
Menlu: Iklan diskon TKI langgar nota kesepahaman
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengecam keras iklan diskon TKI yang kini beredar di Malaysia.
Menurut dia, iklan tersebut telah melanggar nota kesepahaman yang telah dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia soal tenaga kerja.
"Kita sangat tidak diterima. Kita kecam dengan keras, bahkan tadi pagi saya berbicara langsung dengan Menlu Malaysia terkait iklan tersebut," ungkap Marty, di kompleks Istana Kepresiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2012).
Lanjut Marty, pihaknya tidak hanya sekedar mengecam tindakan tersebut. Namun, pihaknya juga mendatangi Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam menyampaikan protes terkait beredarnya iklan yang melecehkan Indonesia itu.
"Kita tidak sekedar mengecam, saya juga sudah mendatangi Kemenlu Malaysia di Kuala Lumpur, dan saya sendiri sudah berbicara dengan Menlu Malaysia tadi pagi," jelas dia.
Intinya kata dia, setelah ada pemberitaan mengenai masalah itu, pemerintah Malaysia melalui Kementerian Luar Negerinya mengeluarkan pernyataan yang sama untuk mengecam adanya edaran iklan seperti itu.
Marty mengakui, pemberhentian sementara pengiriman TKI ke Malaysia sudah dicabut pada awal 2012. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan ada TKI yang masuk daftar yang dipromosikan dalam iklan diskon TKI itu.
Menurut dia, iklan tersebut telah melanggar nota kesepahaman yang telah dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia soal tenaga kerja.
"Kita sangat tidak diterima. Kita kecam dengan keras, bahkan tadi pagi saya berbicara langsung dengan Menlu Malaysia terkait iklan tersebut," ungkap Marty, di kompleks Istana Kepresiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2012).
Lanjut Marty, pihaknya tidak hanya sekedar mengecam tindakan tersebut. Namun, pihaknya juga mendatangi Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam menyampaikan protes terkait beredarnya iklan yang melecehkan Indonesia itu.
"Kita tidak sekedar mengecam, saya juga sudah mendatangi Kemenlu Malaysia di Kuala Lumpur, dan saya sendiri sudah berbicara dengan Menlu Malaysia tadi pagi," jelas dia.
Intinya kata dia, setelah ada pemberitaan mengenai masalah itu, pemerintah Malaysia melalui Kementerian Luar Negerinya mengeluarkan pernyataan yang sama untuk mengecam adanya edaran iklan seperti itu.
Marty mengakui, pemberhentian sementara pengiriman TKI ke Malaysia sudah dicabut pada awal 2012. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan ada TKI yang masuk daftar yang dipromosikan dalam iklan diskon TKI itu.
(rsa)