Atasi bentrok Lampung, polisi tambah 3 SSK
Senin, 29 Oktober 2012 - 19:42 WIB
Atasi bentrok Lampung, polisi tambah 3 SSK
A
A
A
Sindonews.com - Untuk melokalisir konflik antar kampung di Lampung Selatan. Polri melakukan penambahan pasukan sebanyak tiga satuan setingkat kompi (SSK).
Kepala Polri Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan, selain dari polisi, TNI juga ikut membantu dalam mengamankan situasi tersebut.
"Kapolda bersama aparat TNI dan pemerintah daerah melokalisir daerah tersebut. Tentunya yang melanggar akan diproses hukum, saya kira itu," kata Timur, kepada wartawan, usai bertemu presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2012).
Timur mengakui, pihaknya belum melakukan penahanan terkait pelaku atau provokator dari konflik yang tercipta itu. "Kita masih tunggu perkembangan (lebih lanjut)," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, konflik ini dipicu oleh kesalahpahaman antar pemuda. Akibatnya, tiga orang meregang nyawa pada Minggu 28 Oktober 2012.
Mereka adalah Alwin (35), warga Tajimalela, Yahya (45) warga Gunungterang, dan Marhadan (35).
Sementara, bentrokan susulan kembali terjadi pada Senin (29/10/2012) sore. Ratusan rumah dibakar.
Puluhan ribu warga dari berbagai desa mendatangi Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, dan membakar ratusan rumah.
Dilaporkan terdapat beberapa korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan jumlah korban yang tewas mencapai 10 orang.
Kepala Polri Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan, selain dari polisi, TNI juga ikut membantu dalam mengamankan situasi tersebut.
"Kapolda bersama aparat TNI dan pemerintah daerah melokalisir daerah tersebut. Tentunya yang melanggar akan diproses hukum, saya kira itu," kata Timur, kepada wartawan, usai bertemu presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2012).
Timur mengakui, pihaknya belum melakukan penahanan terkait pelaku atau provokator dari konflik yang tercipta itu. "Kita masih tunggu perkembangan (lebih lanjut)," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, konflik ini dipicu oleh kesalahpahaman antar pemuda. Akibatnya, tiga orang meregang nyawa pada Minggu 28 Oktober 2012.
Mereka adalah Alwin (35), warga Tajimalela, Yahya (45) warga Gunungterang, dan Marhadan (35).
Sementara, bentrokan susulan kembali terjadi pada Senin (29/10/2012) sore. Ratusan rumah dibakar.
Puluhan ribu warga dari berbagai desa mendatangi Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, dan membakar ratusan rumah.
Dilaporkan terdapat beberapa korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan jumlah korban yang tewas mencapai 10 orang.
(maf)