Golkar terus waspadai NasDem
Senin, 29 Oktober 2012 - 14:05 WIB
Golkar terus waspadai NasDem
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar mewaspadai Partai NasDem dan partai politik (parpol) lainnya sebagai pesaing dalam penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2014.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai (DPP) Golkar Akbar Tandjung mengatakan, Partai Golkar selalu memperhatikan Partai NasDem sebagai parpol baru. Apalagi, Partai NasDem juga ikut lolos verifikasi administrasi bersama 15 partai lainnya.
"Kami perhatikan betul Partai NasDem sebagai partai politik baru. Apalagi NasDem lolos verifikasi administrasi," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Dia mengungkapkan, kekhawatiran partai berlambang pohon beringin itu disebabkan banyaknya tokoh Golkar yang pindah ke Partai NasDem. "Bukan tidak mungkin (NasDem) meraih suara yang cukup, bukan tidak mungkin dari orang-orang Golkar itu pindah suara ke NasDem. Kami cukup mewaspadai," ujarnya.
Seperti diketahui, NasDem menjadi salah satu parpol yang lolos ke tahapan verifikasi faktual. Dari 16 parpol yang lolos tersebut, sembilan diantaranya adalah parpol yang telah ada di parlemen, sementara sisanya parpol baru, dan partai yang juga pernah ikut Pemilu 2009.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai (DPP) Golkar Akbar Tandjung mengatakan, Partai Golkar selalu memperhatikan Partai NasDem sebagai parpol baru. Apalagi, Partai NasDem juga ikut lolos verifikasi administrasi bersama 15 partai lainnya.
"Kami perhatikan betul Partai NasDem sebagai partai politik baru. Apalagi NasDem lolos verifikasi administrasi," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Dia mengungkapkan, kekhawatiran partai berlambang pohon beringin itu disebabkan banyaknya tokoh Golkar yang pindah ke Partai NasDem. "Bukan tidak mungkin (NasDem) meraih suara yang cukup, bukan tidak mungkin dari orang-orang Golkar itu pindah suara ke NasDem. Kami cukup mewaspadai," ujarnya.
Seperti diketahui, NasDem menjadi salah satu parpol yang lolos ke tahapan verifikasi faktual. Dari 16 parpol yang lolos tersebut, sembilan diantaranya adalah parpol yang telah ada di parlemen, sementara sisanya parpol baru, dan partai yang juga pernah ikut Pemilu 2009.
(lil)