Pemilu 2014 belum akomodir figur alternatif
Senin, 22 Oktober 2012 - 14:13 WIB
Pemilu 2014 belum akomodir figur alternatif
A
A
A
Sindonews.com - Pemilihan umum (Pemilu) 2014 diprediksi belum akan mengakomodir figur alternatif sebagai calon presiden (capres). Pasalnya, hingga kini pencalonan presiden masih hanya dimungkinkan melalui partai politik (parpol).
Peneliti Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakri mengatakan, isu pengusungan figur alternatif dalam pemilu sebenarnya telah dimulai sejak 2007 lalu, namun hingga kini akses politik di Indonesia nyatanya masih dikuasai oleh parpol.
"Selama peraturan perundangan masih seperti saat ini, maka pengusungan figur alternatif hanya menjadi sebatas khayalan saja, karena mau tidak mau harus kembali pada mekanisme politik yang ada," katanya di Hotel Century, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Hal itu ditambah dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk memunculkan figur alternatif. "Waktu tersebut terbentur dengan kenyataan yang selama ini akses untuk memunculkannya masih belum ada," ujarnya.
Padahal menurutnya, figur alternatif dibutuhkan untuk menjawab kebosanan masyarakat terhadap sejumlah nama lama yang diusung kembali oleh parpol dalam pemilu mendatang.
"Hingga kini belum ada tokoh parpol yang sudah menjadi nomor satu, dan sudah keluar uang banyak yang mau mempersilakan figur alternatif untuk maju. Paling, mereka hanya akan dijadikan wakil presiden," tandasnya.
Peneliti Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakri mengatakan, isu pengusungan figur alternatif dalam pemilu sebenarnya telah dimulai sejak 2007 lalu, namun hingga kini akses politik di Indonesia nyatanya masih dikuasai oleh parpol.
"Selama peraturan perundangan masih seperti saat ini, maka pengusungan figur alternatif hanya menjadi sebatas khayalan saja, karena mau tidak mau harus kembali pada mekanisme politik yang ada," katanya di Hotel Century, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Hal itu ditambah dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk memunculkan figur alternatif. "Waktu tersebut terbentur dengan kenyataan yang selama ini akses untuk memunculkannya masih belum ada," ujarnya.
Padahal menurutnya, figur alternatif dibutuhkan untuk menjawab kebosanan masyarakat terhadap sejumlah nama lama yang diusung kembali oleh parpol dalam pemilu mendatang.
"Hingga kini belum ada tokoh parpol yang sudah menjadi nomor satu, dan sudah keluar uang banyak yang mau mempersilakan figur alternatif untuk maju. Paling, mereka hanya akan dijadikan wakil presiden," tandasnya.
(lil)