Golkar pinang 'Oneng' jadi wakil Yance
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 14:27 WIB
Golkar pinang 'Oneng' jadi wakil Yance
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar belum menemukan kandidat yang cocok untuk disandingkan dengan calon gubernur Jawa Barat Irianto MS Syarifuddin (Yance).
Tapi, menurut Ketua Litbang DPP Partai Golkar Indra J Piliang, partainya berencana melamar Rieke 'Oneng' Dyah Pitaloka sebagai wakil Yance.
"Untuk wakilnya, kemungkinan kita melamar Rieke Diah Pitaloka sebagai calon wakil gubernur. Beberapa orang juga mengusulkan Ahmad Dhani," kata Indra di sela-sela diskusi "Adu Figur atau Adu Partai" di Gedung DPD, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Menurut Indra, sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jabar sempat menjagokan Nurul Arifin sebagai kandidat wakilnya. Namun, yang bersangkutan enggan untuk dicalonkan. Pihaknya memaklumi karena penolakan itu adalah hak konstitusional Nurul yang notabene juga pengurus DPP Partai Golkar.
Bahkan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, meminta langsung kepada Nurul agar mendampingi Yance. "Jadi masih ada tarik menarik antara Nurul dengan Rieke untuk menjadi cawagub," ujar Indra.
Terkait status Rieke atau biasa disapa Oneng yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), baginya tidak menjadi soal. Golkar dan PDIP aktif berkomunikasi. "Koalisi di Pilkada kan sifatnya bukan permanen tapi cair, tergantung situasi di daerah itu," jelasnya.
Tapi, menurut Ketua Litbang DPP Partai Golkar Indra J Piliang, partainya berencana melamar Rieke 'Oneng' Dyah Pitaloka sebagai wakil Yance.
"Untuk wakilnya, kemungkinan kita melamar Rieke Diah Pitaloka sebagai calon wakil gubernur. Beberapa orang juga mengusulkan Ahmad Dhani," kata Indra di sela-sela diskusi "Adu Figur atau Adu Partai" di Gedung DPD, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Menurut Indra, sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jabar sempat menjagokan Nurul Arifin sebagai kandidat wakilnya. Namun, yang bersangkutan enggan untuk dicalonkan. Pihaknya memaklumi karena penolakan itu adalah hak konstitusional Nurul yang notabene juga pengurus DPP Partai Golkar.
Bahkan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, meminta langsung kepada Nurul agar mendampingi Yance. "Jadi masih ada tarik menarik antara Nurul dengan Rieke untuk menjadi cawagub," ujar Indra.
Terkait status Rieke atau biasa disapa Oneng yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), baginya tidak menjadi soal. Golkar dan PDIP aktif berkomunikasi. "Koalisi di Pilkada kan sifatnya bukan permanen tapi cair, tergantung situasi di daerah itu," jelasnya.
(lns)