KPU tetap akan gandeng IFES
Kamis, 18 Oktober 2012 - 19:44 WIB
KPU tetap akan gandeng IFES
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemiliham Umum (KPU) menilai kerja samanya dengan lembaga asing International Foundation Electoral Systems (IFES) tidak akan berakhir di Pemilu 2014.
Hal itu disampaikan menanggapi tuntutan dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengajukan surat tuntutan pemutusan hubungan kerja sama antar kedua lembaga.
"Jika dikaitkan pada 2009 ada pengalaman tersendiri, dan itu harus dievaluasi dalam hal apa yang memang penting. Insya Allah 2014 kita akan jemput dengan pemilu yang lebih berkualitas," tutur anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Kamis (18/10/2012).
Mengenai evaluasi yang dijalankan, ia enggan mengulas lebih lanjut. Ferry mengaku tidak secara detil mendalami keterlibatan IFES di 2009. Menurutnya, keterlibatan IFES ada pada mekanisme perhitungan suara.
"Kita harapkan jangan sampai karena problem yang tidak sama, lalu disamakan masalahnya. Yang pasti kita komitmen untuk menjaga integritas dan komitmennya terhadap independensi," ujar Ferry.
Selain IFES, lanjut Ferry, KPU juga menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga asing lain, seperti The Asian Foundation, Internationale Federal Electoral Mexico, KPU India, dan KPU Rusia.
"Di dalam negeri kita sudah bekerja sama perihal pengembangan IT dengan ITB, pemetaan dengan BIG, Polri, Menlu, dan juga Kementerian Pemberdayaan Perempuan," demikian Ferry.
Hal itu disampaikan menanggapi tuntutan dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengajukan surat tuntutan pemutusan hubungan kerja sama antar kedua lembaga.
"Jika dikaitkan pada 2009 ada pengalaman tersendiri, dan itu harus dievaluasi dalam hal apa yang memang penting. Insya Allah 2014 kita akan jemput dengan pemilu yang lebih berkualitas," tutur anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Kamis (18/10/2012).
Mengenai evaluasi yang dijalankan, ia enggan mengulas lebih lanjut. Ferry mengaku tidak secara detil mendalami keterlibatan IFES di 2009. Menurutnya, keterlibatan IFES ada pada mekanisme perhitungan suara.
"Kita harapkan jangan sampai karena problem yang tidak sama, lalu disamakan masalahnya. Yang pasti kita komitmen untuk menjaga integritas dan komitmennya terhadap independensi," ujar Ferry.
Selain IFES, lanjut Ferry, KPU juga menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga asing lain, seperti The Asian Foundation, Internationale Federal Electoral Mexico, KPU India, dan KPU Rusia.
"Di dalam negeri kita sudah bekerja sama perihal pengembangan IT dengan ITB, pemetaan dengan BIG, Polri, Menlu, dan juga Kementerian Pemberdayaan Perempuan," demikian Ferry.
(rsa)