Publik persepsikan peran polisi masih baik
Kamis, 18 Oktober 2012 - 16:15 WIB
Publik persepsikan peran polisi masih baik
A
A
A
Sindonews.com - Kendati banyak kalangan menilai kinerja polisi belum baik, namun sebuah lembaga survei melansir sebaliknya.
Survei yang dilakukan The Institute of Indonesia Development menunjukkan, 78,6 persen responden mempersepsikan peran polisi sebagai penegak hukum telah dijalankan dengan baik.
Sementara 23,4 persen responden mempersepsikan peran polisi sebagai penegak hukum tidak dijalankan dengan baik.
Direktur Eksekutive Data dan Survei The Institute of Indonesia Development Munathsir Mustaman Fahmi menjelaskan, survei yang dilakukan pada tanggal 29 Agustus-9 Oktober 2012 lalu itu juga mengungkapkan, peran polisi sebagai pengayom masyarakat cukup tinggi.
"Sebanyak 79,6 persen responden menilai polisi sebagai pengayom yang baik sedangkan 20,4 persen menilai sebaliknya," katanya dalam rilis yang diterima SINDO di Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Dari hasil survei ini juga terungkap, sebanyak 70,8 persen responden mempersepsi bahwa peran polisi sebagai pelindung masyarakat telah dilaksanakan dengan baik.
"Mayoritas responden, yaitu sebesar 29,2 persen, menilai polisi tidak menjalankan perannya sebagai pelindung masyarakat dengan baik," kata dia.
Menurut dia, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang tinggal di perkotaan dan pedesaan. Mereka yang menjadi responden merupakan masyarakat yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Sample yang disebar dalam survei ini sebanyak 2.000 sample. Namun, yang berhasil dianalisa hanya 1984 sample.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka dengan mengisi quisioner oleh pewawancara yang telah dilatih. Dari 2000 sample itu diperkirakan margin of errornya kurang lebih 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei yang dilakukan The Institute of Indonesia Development menunjukkan, 78,6 persen responden mempersepsikan peran polisi sebagai penegak hukum telah dijalankan dengan baik.
Sementara 23,4 persen responden mempersepsikan peran polisi sebagai penegak hukum tidak dijalankan dengan baik.
Direktur Eksekutive Data dan Survei The Institute of Indonesia Development Munathsir Mustaman Fahmi menjelaskan, survei yang dilakukan pada tanggal 29 Agustus-9 Oktober 2012 lalu itu juga mengungkapkan, peran polisi sebagai pengayom masyarakat cukup tinggi.
"Sebanyak 79,6 persen responden menilai polisi sebagai pengayom yang baik sedangkan 20,4 persen menilai sebaliknya," katanya dalam rilis yang diterima SINDO di Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Dari hasil survei ini juga terungkap, sebanyak 70,8 persen responden mempersepsi bahwa peran polisi sebagai pelindung masyarakat telah dilaksanakan dengan baik.
"Mayoritas responden, yaitu sebesar 29,2 persen, menilai polisi tidak menjalankan perannya sebagai pelindung masyarakat dengan baik," kata dia.
Menurut dia, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang tinggal di perkotaan dan pedesaan. Mereka yang menjadi responden merupakan masyarakat yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Sample yang disebar dalam survei ini sebanyak 2.000 sample. Namun, yang berhasil dianalisa hanya 1984 sample.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka dengan mengisi quisioner oleh pewawancara yang telah dilatih. Dari 2000 sample itu diperkirakan margin of errornya kurang lebih 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
(ysw)