PKS usulkan tes urine semua hakim & panitera
Rabu, 17 Oktober 2012 - 16:23 WIB
PKS usulkan tes urine semua hakim & panitera
A
A
A
Sindonews.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mengusulkan kepada semua hakim dan panitera mengikuti tes urine. Tes ini untuk memastikan tak ada hakim yang menggunakan narkoba sebagaimana kasus yang baru melibatkan hakim saat ini.
"Saya kira akan lebih baik bila Mahkamah Agung (MA) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes urine secara berkala untuk para hakim dan panitera. Ini juga baik bagi institusi penegak hukum dalam mengembalikan kepercayaan publik yang semakin merosot," ujar Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Abu Bakar Alhabsy, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Abu Bakar mengaku kaget mendengar informasi adanya hakim yang tertangkap sedang menggunakan narkoba bersama beberapa perempuan di tempat karaoke. Menurut dia, kejadian ini bukan hanya berkaitan moral dan perilaku hakim, namun berefek besar terkait penggunaan barang haram yang sekarang menjadi sorotan.
"Jika saat ini publik sedang gundah karena pembebasan para gembong narkoba dari hukum dan mati oleh hakim MA. Nah kini ada hakim yang juga ternyata pemakai, akhirnya mau tak mau publik menghubung-hubungkan dua persoalan ini," ujarnya.
Abubakar menambahkan, suka atau tak suka, pada akhirnya timbul spekulasi bahwa ada oknum hakim yang terpengaruh oleh barang haram tersebut, dan sangat mungkin ini berdampak pula pada putusan yang dibuat.
"Sungguh ini akan menjadi ironi. Bagaimana mungkin kurir dan gembong narkoba diadili oleh pemakai atau pecandu, pastilah akan sulit untuk membuat keputusan yang imparsial," tandasnya.
Sebelumnya seorang hakim tertangkap basah petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) setelah kepergok pesta narkoba. PW ditangkap di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, 16 Oktober 2012 kemarin .
"Saya kira akan lebih baik bila Mahkamah Agung (MA) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes urine secara berkala untuk para hakim dan panitera. Ini juga baik bagi institusi penegak hukum dalam mengembalikan kepercayaan publik yang semakin merosot," ujar Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Abu Bakar Alhabsy, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Abu Bakar mengaku kaget mendengar informasi adanya hakim yang tertangkap sedang menggunakan narkoba bersama beberapa perempuan di tempat karaoke. Menurut dia, kejadian ini bukan hanya berkaitan moral dan perilaku hakim, namun berefek besar terkait penggunaan barang haram yang sekarang menjadi sorotan.
"Jika saat ini publik sedang gundah karena pembebasan para gembong narkoba dari hukum dan mati oleh hakim MA. Nah kini ada hakim yang juga ternyata pemakai, akhirnya mau tak mau publik menghubung-hubungkan dua persoalan ini," ujarnya.
Abubakar menambahkan, suka atau tak suka, pada akhirnya timbul spekulasi bahwa ada oknum hakim yang terpengaruh oleh barang haram tersebut, dan sangat mungkin ini berdampak pula pada putusan yang dibuat.
"Sungguh ini akan menjadi ironi. Bagaimana mungkin kurir dan gembong narkoba diadili oleh pemakai atau pecandu, pastilah akan sulit untuk membuat keputusan yang imparsial," tandasnya.
Sebelumnya seorang hakim tertangkap basah petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) setelah kepergok pesta narkoba. PW ditangkap di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, 16 Oktober 2012 kemarin .
(rsa)