TNI AU dituntut minta maaf kepada wartawan

Rabu, 17 Oktober 2012 - 08:58 WIB
TNI AU dituntut minta...
TNI AU dituntut minta maaf kepada wartawan
A A A
Sindonews.com - TNI Angkatan Udara (AU) dituntut segera minta maaf kepada wartawan yang terkena tindakan penganiayaan dari aparat TNI AU saat meliput jatuhnya pesawat Superhawk-200 milik TNI Angkatan Udara (AU) di sekitar permukiman warga RT 03, RW 03, Dusun 03, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

"Sebaiknya institusi TNI AU segera meminta maaf kepada wartawan tersebut dan juga media massa tempat mereka bekerja. Dengan ini maka kejadian serupa tak terulang. TNI AU tak perlu membela diri juga," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lukman Edy melalui pesan rilis di Jakarta, Rabu (17/10).

Lebih dari itu, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta, TNI AU segera mengambil tindakan secara internal dengan memberi sanksi kepada oknum yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan. TNI AU perlu memberi pembinaan lebih baik.

"Kalau melihat kejadian, besar kemungkinan karena oknum TNI AU itu emosional, tidak bisa menahan diri, dan begitu over reaktif. Pembinaan perlu dilakukan," tegas Anggota Komisi VI DPR ini.

Calon Gubernur Riau ini menilai, kekerasan yang dilakukan TNI AU terhadap wartawan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, jelas banyak hal yang dilanggar. Mulai dari kebebasan pers hingga melanggar tugas dan kewenangan TNI yang diatur dalam konstitusi. Di sisi lain paradigma yang dibangun di alam demokrasi adalah TNI yang profesional bertugas menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

Menurut Lukman, wartawan yang meliput pesawat jatuh tersebut hanya melakukan tugasnya secara profesional, mengingat kejadian tersebut termasuk kejadian aktual dan akan banyak mendapat perhatian publik. Karena itu, apa yang dilakukan wartawan saat kejadian tentunya dalam rangka profesionalitas sebagai wartawan untuk meliput kejadian.

"Tak ada pula ketentuan informasi tersebut, terbatas dan tertutup. Masyarakat sekitar juga menyaksikan secara terbuka kejadiannya kan," ungkapnya.
(mhd)
Berita Terkait
Wartawan Detik Diteror,...
Wartawan Detik Diteror, Forum Pemred Desak Polisi Bertindak
Sepanjang 2020, Kekerasan...
Sepanjang 2020, Kekerasan Dialami Jurnalis dalam Bertugas
Lokasi Pesawat Pakistan...
Lokasi Pesawat Pakistan Jatuh Mirip Medan Perang, 42 Jasad Ditemukan
Ini Penyebab Utama Kecelakaan...
Ini Penyebab Utama Kecelakaan Pesawat Air India
Sebelum Jatuh ke Tanah,...
Sebelum Jatuh ke Tanah, Pilot Pesawat TNI Nyangkut di Rumah Kosong
Tunggu Investigasi,...
Tunggu Investigasi, Pesawat Tempur yang Jatuh Belum Dievakuasi
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved