Ratusan grasi narkoba ditolak
Selasa, 16 Oktober 2012 - 14:29 WIB
Ratusan grasi narkoba ditolak
A
A
A
Sindonews.com - Grasi terhadap terpidana narkoba menuai kontroversi karena banyak kalangan menganggap hal itu kurang patut. Namun SBY mengklaim ada ratusan grasi lain yang ditolak.
Mengenai grasi, Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Julian Aldrin Pasha, mengatakan pemberian grasi terhadap terpidana hukuman mati sudah melalui proses yang ketat.
"Tidak semua grasi dikabulkan SBY. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menolak lebih dari 100 grasi hukuman mati terpidana narkoba," klaim Julian kepada wartawan di Istana Merdeka, Selasa (16/10/2012).
Ia menjelaskan, memang ada beberapa grasi yang diberikan dan yang dikontroversikan di publik. Namun tidak semua grasi atau surat permohonan grasi itu dimuluskan dan diloloskan atau disetujui presiden.
Bahkan kata Julian, pihaknya memiliki daftar pengajuan grasi yang ditolak oleh SBY.
Sementara kata dia, kementerian terkait telah melakukan rapat terkait pemberian grasi terhadap gembong narkoba yang menjadi polemik selama ini. Julian mengatakan, pemberian grasi tersebut akan segara diumumkan kepada publik.
"Kami punya daftarnya. Hari ini, di kantor Kemenkopolhukam itu sedang rapat evaluasi mengenai apa yang telah dilakuan selama ini. Sebagaimana instruksi presiden kemarin nanti disampaikan ke publik. Akan disampaikan siang ini," pungkasnya.
Mengenai grasi, Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Julian Aldrin Pasha, mengatakan pemberian grasi terhadap terpidana hukuman mati sudah melalui proses yang ketat.
"Tidak semua grasi dikabulkan SBY. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menolak lebih dari 100 grasi hukuman mati terpidana narkoba," klaim Julian kepada wartawan di Istana Merdeka, Selasa (16/10/2012).
Ia menjelaskan, memang ada beberapa grasi yang diberikan dan yang dikontroversikan di publik. Namun tidak semua grasi atau surat permohonan grasi itu dimuluskan dan diloloskan atau disetujui presiden.
Bahkan kata Julian, pihaknya memiliki daftar pengajuan grasi yang ditolak oleh SBY.
Sementara kata dia, kementerian terkait telah melakukan rapat terkait pemberian grasi terhadap gembong narkoba yang menjadi polemik selama ini. Julian mengatakan, pemberian grasi tersebut akan segara diumumkan kepada publik.
"Kami punya daftarnya. Hari ini, di kantor Kemenkopolhukam itu sedang rapat evaluasi mengenai apa yang telah dilakuan selama ini. Sebagaimana instruksi presiden kemarin nanti disampaikan ke publik. Akan disampaikan siang ini," pungkasnya.
(ysw)