Mega: Persoalan bangsa karena kepemimpinan lemah
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 19:54 WIB
Mega: Persoalan bangsa karena kepemimpinan lemah
A
A
A
Sindonews.com - Akibat lemahnya kepemimpinan nasional membuat orientasi pembangunan dan pengelolaan pemerintahan tidak sesuai dengan ideologi Trisakti, menjadi penyebab munculnya berbagai persoalan bangsa.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan, ini merupakan tantangan besar bangsa yang harus dibenahi segera.
"Pembenahan melalui rekonsolidasi kelembagaan negara dan pentingnya ketegasan terus-menerus dari seorang pemimpin," ucapnya, dalam pidato politiknya di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP, di Surabaya, Jumat (12/10/2012).
Berbicara tentang berdaulat di bidang politik, Mega mengaku tidak pernah bosan dan selalu bertanya, apakah bangsa ini sudah berdaulat secara politik? Dengan tegas Mega selalu mengatakan belum.
"Karena politik legislasi nasional jauh dari gambaran sebuah negara yang berdaulat, pasalnya belum menyelaraskan semua produk undang-undang (UU) dengan dasar ideologi Pancasila 1 Juni 1945," ungkapnya.
Mega menegaskan dari perspektif internasional, ketergantungan Indonesia yang semakin ekstrem pada produk luar negeri, kini mengantarkan bangsa ini pada fase yang sangat membahayakan. Apalagi, dalam situasi global dimana kapitalisme sedang menghadapi pasang surut.
"Apa yang saya khawatirkan selama ini kini terbukti. Karenanya, saya minta setiap Kepala Daerah dari PDIP untuk sungguh-unggguh mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi," tandasnya.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan, ini merupakan tantangan besar bangsa yang harus dibenahi segera.
"Pembenahan melalui rekonsolidasi kelembagaan negara dan pentingnya ketegasan terus-menerus dari seorang pemimpin," ucapnya, dalam pidato politiknya di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP, di Surabaya, Jumat (12/10/2012).
Berbicara tentang berdaulat di bidang politik, Mega mengaku tidak pernah bosan dan selalu bertanya, apakah bangsa ini sudah berdaulat secara politik? Dengan tegas Mega selalu mengatakan belum.
"Karena politik legislasi nasional jauh dari gambaran sebuah negara yang berdaulat, pasalnya belum menyelaraskan semua produk undang-undang (UU) dengan dasar ideologi Pancasila 1 Juni 1945," ungkapnya.
Mega menegaskan dari perspektif internasional, ketergantungan Indonesia yang semakin ekstrem pada produk luar negeri, kini mengantarkan bangsa ini pada fase yang sangat membahayakan. Apalagi, dalam situasi global dimana kapitalisme sedang menghadapi pasang surut.
"Apa yang saya khawatirkan selama ini kini terbukti. Karenanya, saya minta setiap Kepala Daerah dari PDIP untuk sungguh-unggguh mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi," tandasnya.
(maf)