Usut kasus Novel jangan pakai dendam
Kamis, 11 Oktober 2012 - 21:30 WIB
Usut kasus Novel jangan pakai dendam
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan pihak kepolisian yang bersikukuh untuk tetap menyidik Kompol Novel Baswedan atas kasusnya, menimbulkan pendapat kontra dari berbagai pihak.'
Polri terkesan masih dendam terhadap Novel yang ditugaskan menjadi penyidik KPK menangani kasus simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, sebaiknya Polri dalam melakukan penyelidikan terhadap kasus Novel, jangan didasari atas dendam semata.
"Jika dibilang dendam itu terlalu jahat, harusnya pihak kepolisian kalau mau menyidik jangan karena untuk dendam, itu enggak baik," ucapnya, kepada Sindonews, Kamis (11/10/2012).
Ia berharap agar sikap Polri dalam menangani kasus penyelidikan harus dilakukan secara profesional.
"Jangan menuduh orang berbuat jahat tapi malah berbuat jahat sendiri. Kalau sudah sakit hati, nanti akan banyak lagi kasus yang bisa dibongkar semua. Sekarang ini kan data-data lagi dikumpulkan," imbuhnya.
Terkait pernyataan Wakapolri yang mengakui institusinya terjadi tindak korupsi karena persoalan gaji yang kecil, Bambang menanggapi lain.
Menurutnya banyaknya kasus korupsi di tubuh Polri bukan semata-mata karena gaji yang kecil. Namun faktor pengawasan yang lemah, kesenjangan hidup antara atasan dan bawahan yang mengakibatkan kecemburuan sosial juga bisa menjadi penyebab.
"Selain itu tatanan administrasi pelayanan, administrasi tender itu juga harus dibenah. Termasuk gaya hidup pemimpin mewah yang bisa menimbulkan kecemburuan sosial," tandasnya.
Polri terkesan masih dendam terhadap Novel yang ditugaskan menjadi penyidik KPK menangani kasus simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, sebaiknya Polri dalam melakukan penyelidikan terhadap kasus Novel, jangan didasari atas dendam semata.
"Jika dibilang dendam itu terlalu jahat, harusnya pihak kepolisian kalau mau menyidik jangan karena untuk dendam, itu enggak baik," ucapnya, kepada Sindonews, Kamis (11/10/2012).
Ia berharap agar sikap Polri dalam menangani kasus penyelidikan harus dilakukan secara profesional.
"Jangan menuduh orang berbuat jahat tapi malah berbuat jahat sendiri. Kalau sudah sakit hati, nanti akan banyak lagi kasus yang bisa dibongkar semua. Sekarang ini kan data-data lagi dikumpulkan," imbuhnya.
Terkait pernyataan Wakapolri yang mengakui institusinya terjadi tindak korupsi karena persoalan gaji yang kecil, Bambang menanggapi lain.
Menurutnya banyaknya kasus korupsi di tubuh Polri bukan semata-mata karena gaji yang kecil. Namun faktor pengawasan yang lemah, kesenjangan hidup antara atasan dan bawahan yang mengakibatkan kecemburuan sosial juga bisa menjadi penyebab.
"Selain itu tatanan administrasi pelayanan, administrasi tender itu juga harus dibenah. Termasuk gaya hidup pemimpin mewah yang bisa menimbulkan kecemburuan sosial," tandasnya.
(maf)