Parpol tak risau Capres militer
Kamis, 11 Oktober 2012 - 04:29 WIB
Parpol tak risau Capres militer
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah parpol yang telah memastikan diri mengusung calon presiden (capres) dari kalangan sipil menyatakan tidak gentar dengan kehadiran sejumlah jenderal dalam bursa kandidat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno, dikotomi antara capres dari kalangan militer dan capres dari kalangan sipil sebenarnya sudah tidak relevan lagi untuk digulirkan pada 2014 mendatang.
Dia juga menekankan, PAN yang sudah memastikan diri bakal mengusung ketua umumnya, Hatta Rajasa, sebagai capres 2014 tidak khawatir dengan popularitas para bakal capres dari kalangan militer.
“Rakyat akan lebih fokus pada calon pemimpin yang diyakini mampu membawa perubahan dan harapan baru,terlepas dari latar belakangnya, militer atau sipil. Bahkan, kalau kita cermati berbagai hasil survei elektabilitas dan popularitas, masyarakat justru lebih menginginkan capres dari kalangan sipil,” katanya di Jakarta kemarin.
Teguh menyatakan, rakyat pada akhirnya akan lebih melihat figur dan rekam jejak dari setiap kandidat. Terlebih, rakyat sudah lebih cerdas dan objektif dalam menggunakan hak pilihnya.
Dia optimistis Hatta dengan track record dan pengalaman yang selalu menjadi menteri di beberapa periode pemerintahan dengan presiden yang berbeda akan dilihat punya nilai lebih dibandingkan para kandidat lain oleh para calon pemilih.
Diberitakan sebelumnya, “perang bintang” diprediksi bakal mewarnai Pilpres 2014. Sedikitnya ada lima nama jenderal yang masuk dalam bursa capres-cawapres, yaitu mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto yang juga mantan panglima TNI, mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan/ Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.
Sutarto dispekulasikan bakal menjadi kandidat dari Partai NasDem, sedangkan Djoko dan Edhie akan diusung Partai Demokrat. Prabowo sudah memastikan diri menjadi capres Gerindra, sementara Wiranto menjadi capres Partai Hanura.
Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan, PAN tak mungkin berpaling kepada figur lain di luar Hatta. “Itu fokus kami sekarang, bukan nama lain. Kalaupun ada nama lain, itu bisa dipertimbangkan menjadi cawapres,” tegasnya.
Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy yakin, pada saatnya nanti, semua parpol akan merapat pada Hatta Rajasa. ”Di antara tokoh nasional, yang prestasi dan kemampuannya paling benderang saat ini ya Pak Hatta. Beliau juga tidak punya musuh politik. Ini akan menarik minta parpol lain untuk mengusungnya pada 2014,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Tantowi Yahya mengungkapkan, sudah tidak masanya lagi memperdebatkan dikotomi capres sipil atau militer seperti halnya capres dari Jawa dan non-Jawa.
Menurut dia, perbedaan latar belakang kandidat justru dapat dipadupadankan satu sama lain.Tokoh dari militer dan tokoh dari sipil dapat saling melengkapi.
”Misalnya, capres dari militer dianggap mempunyai ketegasan dan ahli strategi. Capres sipil seperti Pak Ical (Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie) unggul dalam perekonomian, politik, dan birokrasi.Karakternya samasama dibutuhkan negara ini,” ujar Tantowi.
Dia juga menegaskan, munculnya figur-figur militer dalam bursa pencapresan 2014 tidak akan menjadi ganjalan bagi Ical.
Di tempat terpisah, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR Marwan Ja’far menegaskan, pihaknya hingga kini belum bisa bicara soal nama capres. “Kita mau lihat hasil pemilu legislatif dulu. Kalaupun ada nama yang akan kita usung lebih cepat, paling cepat muncul pada akhir 2013,” katanya.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno, dikotomi antara capres dari kalangan militer dan capres dari kalangan sipil sebenarnya sudah tidak relevan lagi untuk digulirkan pada 2014 mendatang.
Dia juga menekankan, PAN yang sudah memastikan diri bakal mengusung ketua umumnya, Hatta Rajasa, sebagai capres 2014 tidak khawatir dengan popularitas para bakal capres dari kalangan militer.
“Rakyat akan lebih fokus pada calon pemimpin yang diyakini mampu membawa perubahan dan harapan baru,terlepas dari latar belakangnya, militer atau sipil. Bahkan, kalau kita cermati berbagai hasil survei elektabilitas dan popularitas, masyarakat justru lebih menginginkan capres dari kalangan sipil,” katanya di Jakarta kemarin.
Teguh menyatakan, rakyat pada akhirnya akan lebih melihat figur dan rekam jejak dari setiap kandidat. Terlebih, rakyat sudah lebih cerdas dan objektif dalam menggunakan hak pilihnya.
Dia optimistis Hatta dengan track record dan pengalaman yang selalu menjadi menteri di beberapa periode pemerintahan dengan presiden yang berbeda akan dilihat punya nilai lebih dibandingkan para kandidat lain oleh para calon pemilih.
Diberitakan sebelumnya, “perang bintang” diprediksi bakal mewarnai Pilpres 2014. Sedikitnya ada lima nama jenderal yang masuk dalam bursa capres-cawapres, yaitu mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto yang juga mantan panglima TNI, mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan/ Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.
Sutarto dispekulasikan bakal menjadi kandidat dari Partai NasDem, sedangkan Djoko dan Edhie akan diusung Partai Demokrat. Prabowo sudah memastikan diri menjadi capres Gerindra, sementara Wiranto menjadi capres Partai Hanura.
Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan, PAN tak mungkin berpaling kepada figur lain di luar Hatta. “Itu fokus kami sekarang, bukan nama lain. Kalaupun ada nama lain, itu bisa dipertimbangkan menjadi cawapres,” tegasnya.
Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy yakin, pada saatnya nanti, semua parpol akan merapat pada Hatta Rajasa. ”Di antara tokoh nasional, yang prestasi dan kemampuannya paling benderang saat ini ya Pak Hatta. Beliau juga tidak punya musuh politik. Ini akan menarik minta parpol lain untuk mengusungnya pada 2014,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Tantowi Yahya mengungkapkan, sudah tidak masanya lagi memperdebatkan dikotomi capres sipil atau militer seperti halnya capres dari Jawa dan non-Jawa.
Menurut dia, perbedaan latar belakang kandidat justru dapat dipadupadankan satu sama lain.Tokoh dari militer dan tokoh dari sipil dapat saling melengkapi.
”Misalnya, capres dari militer dianggap mempunyai ketegasan dan ahli strategi. Capres sipil seperti Pak Ical (Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie) unggul dalam perekonomian, politik, dan birokrasi.Karakternya samasama dibutuhkan negara ini,” ujar Tantowi.
Dia juga menegaskan, munculnya figur-figur militer dalam bursa pencapresan 2014 tidak akan menjadi ganjalan bagi Ical.
Di tempat terpisah, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR Marwan Ja’far menegaskan, pihaknya hingga kini belum bisa bicara soal nama capres. “Kita mau lihat hasil pemilu legislatif dulu. Kalaupun ada nama yang akan kita usung lebih cepat, paling cepat muncul pada akhir 2013,” katanya.
(san)