KPK dalam kasus makelar Adyaksa Center
Rabu, 10 Oktober 2012 - 06:41 WIB
KPK dalam kasus makelar Adyaksa Center
A
A
A
Sindonews.com - Nama Wakil Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin mulai disebut-sebut dalam kasus dugaan penyelewengan proyek parkir dan pembangunan Adyaksa Center, Kejaksaan Agung. Dalam kasus itu, dia diduga sebagai makelar proyek.
"Informasi yang muncul di persidangan tentu akan ditindaklanjuti," kata juru bicara KPK, Johan Budi dalam keterangan persnya di kantor KPK, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Johan mengatakan, kini KPK tengah mengumpulkan sejumlah bukti pendukung untuk memastikan apakah Azis Syamsuddin terlibat, sebagaimana pengakuan pengakuan mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis.
"Kita melakukan validasi terhadap pengakuan atau informasi itu, apakah didukung bukti-bukti atau tidak" kata Johan.
Sejumlah nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) disebutkan Yulianis pernah terlibat kongkalikong dengan Grup Permai, perusahaan milik politisi Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.
Nama-nama tersebut diungkapkan Yulianis dalam persidangan kasus dugaan penerimaan suap penganggaran proyek Kementerian Pendidikan Nasional serta Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan terdakwa Angelina Sondakh, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis 4 Oktober 2012 lalu.
Awalnya, salah satu anggota majelis hakim Tipikor menanyakan kepada Yulianis siapa anggota DPR yang namanya pernah dia dengar dalam rapat-rapat internal Grup Permai selain Angelina dan I Wayan Koster. Yulianis pun menjawab, "Untuk di Kejaksaan itu Pak, di Komisi III DPR, Azis Syamsuddin," kata Yulianis.
Menurutnya, anggota DPR yang disebutkan namanya ini terlibat dalam upaya penggiringan proyek. Selain Azis Syamsuddin, Yulianis menyebut nama Zulkarnaen untuk proyek Kementerian Agama.
"Zulkarnaen yang bermasalah sekarang ini," tambahnya.
Yulianis melanjutkan, di bidang keagamaan juga ada Abdul Kadir Karding dan Said Abdullah. "Di catatan saya namanya 'Pak Said', keagamaan, biasanya ditulisnya Komisi VIII, Komisi III," ungkap Yulianis.
Dia juga menyebut nama Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Olly Dondokambey. "Pak Olly ada juga," katanya. Selain terkait proyek keagamaan dan hukum, menurut Yulianis, ada juga proyek di Kementerian Kesehatan yang melibatkan anggota dewan.
Namun, dia mengaku lupa anggota Dewan yang menggiring proyek Kemenkes tersebut. "Itu Pak, orang PKS (Partai Keadilan Sejahtera)," kata Yulianis.
"Informasi yang muncul di persidangan tentu akan ditindaklanjuti," kata juru bicara KPK, Johan Budi dalam keterangan persnya di kantor KPK, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Johan mengatakan, kini KPK tengah mengumpulkan sejumlah bukti pendukung untuk memastikan apakah Azis Syamsuddin terlibat, sebagaimana pengakuan pengakuan mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis.
"Kita melakukan validasi terhadap pengakuan atau informasi itu, apakah didukung bukti-bukti atau tidak" kata Johan.
Sejumlah nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) disebutkan Yulianis pernah terlibat kongkalikong dengan Grup Permai, perusahaan milik politisi Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.
Nama-nama tersebut diungkapkan Yulianis dalam persidangan kasus dugaan penerimaan suap penganggaran proyek Kementerian Pendidikan Nasional serta Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan terdakwa Angelina Sondakh, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis 4 Oktober 2012 lalu.
Awalnya, salah satu anggota majelis hakim Tipikor menanyakan kepada Yulianis siapa anggota DPR yang namanya pernah dia dengar dalam rapat-rapat internal Grup Permai selain Angelina dan I Wayan Koster. Yulianis pun menjawab, "Untuk di Kejaksaan itu Pak, di Komisi III DPR, Azis Syamsuddin," kata Yulianis.
Menurutnya, anggota DPR yang disebutkan namanya ini terlibat dalam upaya penggiringan proyek. Selain Azis Syamsuddin, Yulianis menyebut nama Zulkarnaen untuk proyek Kementerian Agama.
"Zulkarnaen yang bermasalah sekarang ini," tambahnya.
Yulianis melanjutkan, di bidang keagamaan juga ada Abdul Kadir Karding dan Said Abdullah. "Di catatan saya namanya 'Pak Said', keagamaan, biasanya ditulisnya Komisi VIII, Komisi III," ungkap Yulianis.
Dia juga menyebut nama Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Olly Dondokambey. "Pak Olly ada juga," katanya. Selain terkait proyek keagamaan dan hukum, menurut Yulianis, ada juga proyek di Kementerian Kesehatan yang melibatkan anggota dewan.
Namun, dia mengaku lupa anggota Dewan yang menggiring proyek Kemenkes tersebut. "Itu Pak, orang PKS (Partai Keadilan Sejahtera)," kata Yulianis.
(lns)