BNPT: Mentor teroris masih berkeliaran
Selasa, 09 Oktober 2012 - 13:09 WIB
BNPT: Mentor teroris masih berkeliaran
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun sejumlah pentolan terorisnya sudah dihukum mati, ternyata jaringan teroris Alqaeda masih eksis di Indonesia. Banyaknya mentor teroris yang belum tertangkap membuat jaringan ini terus tumbuh.
Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengungkapkan, Sofyan, pelaku teroris yang ditangkap di Depok, Jawa Barat, masuk ke dalam jaringan Alqaeda Indonesia.
Hal ini terungkap karena Sofyan masih terkait dengan jaringan teroris yang ditangkap di Solo, Jawa Tengah.
"Iya itu masih ada, Alqaeda Indonesia itu kan nama baru," ujar Ansyaad Mbai, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Menurut Ansyaad, teroris akan terhenti jika semua tuntutan teroris terpenuhi. Tuntutan tersebut misalnya menganjurkan bunuh orang murtad, thogut, UUD 1945, Pancasila, dan demokrasi musyrik.
Terkait penanggulangan yang akan dilakukan, tidak hanya dengan menangkapi para teroris.
"Jika ideologi radikalnya itu masih tersebar maka akan ada terus. Masih banyak mentor-mentor yang belum ditangkap selain Abu Bakar Baasyir," ujar dia.
Selain itu Ansyaad menambahkan, selama ini UU yang digunakan belum cukup untuk mengatur upaya pencegahan. Sebab, terorisme bermula karena tersebarnya ideologi sesat.
"Supaya tidak nunggu saja, atur dong undang-undangnya, kompornya itu harus dipadamkan. Kan selama ini rakyat bebas berbicara dan berekspresi," pungkas Ansyaad.
Dikatakannya mentor-mentor pengajar ideologi radikal masih tersebar dan berasal dari dalam negeri.
"Selama ini kita tak bisa tangkap karena tidak ada dasar hukumnya," demikian ucap Ansyaad.
Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengungkapkan, Sofyan, pelaku teroris yang ditangkap di Depok, Jawa Barat, masuk ke dalam jaringan Alqaeda Indonesia.
Hal ini terungkap karena Sofyan masih terkait dengan jaringan teroris yang ditangkap di Solo, Jawa Tengah.
"Iya itu masih ada, Alqaeda Indonesia itu kan nama baru," ujar Ansyaad Mbai, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Menurut Ansyaad, teroris akan terhenti jika semua tuntutan teroris terpenuhi. Tuntutan tersebut misalnya menganjurkan bunuh orang murtad, thogut, UUD 1945, Pancasila, dan demokrasi musyrik.
Terkait penanggulangan yang akan dilakukan, tidak hanya dengan menangkapi para teroris.
"Jika ideologi radikalnya itu masih tersebar maka akan ada terus. Masih banyak mentor-mentor yang belum ditangkap selain Abu Bakar Baasyir," ujar dia.
Selain itu Ansyaad menambahkan, selama ini UU yang digunakan belum cukup untuk mengatur upaya pencegahan. Sebab, terorisme bermula karena tersebarnya ideologi sesat.
"Supaya tidak nunggu saja, atur dong undang-undangnya, kompornya itu harus dipadamkan. Kan selama ini rakyat bebas berbicara dan berekspresi," pungkas Ansyaad.
Dikatakannya mentor-mentor pengajar ideologi radikal masih tersebar dan berasal dari dalam negeri.
"Selama ini kita tak bisa tangkap karena tidak ada dasar hukumnya," demikian ucap Ansyaad.
(ysw)