Pidato SBY belum tepat sasaran
Selasa, 09 Oktober 2012 - 11:27 WIB
Pidato SBY belum tepat sasaran
A
A
A
Sindonews.com - Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 8 Oktober 2012 tadi malam, menyikapi kisruh yang terjadi antar dua lembaga penegak hukum, KPK dan Polri disambut baik Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN, Yahdil Harahap.
"Fraksi Partai Amanat Nasional menyambut baik intervensi yang dilakukan Presiden untuk menengahi konflik KPK-Polri," katanya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Namun diakui Yahdil, pidato yang disampaikan SBY belum sepenuhnya tepat sasaran. Menurutnya masih banyak keputusan SBY yang dianggapnya masih belum konkret.
"Misalnya hal yang berkaitan dengan penanganan terhadap penyimpangan pengadaan barang di Polri, di satu sisi ditegaskan bahwa kasus simulator ditangani oleh KPK, tapi di sisi lain untuk kasus lainnya ditangani Polri, demikian juga dengan hal yang berkaitan dengan revisi RUU," aku Yahdil.
Walaupun ada hal-hal yang diakuinya belum jelas, Yahdil tetap mengapresiasi tindakan SBY, karena sudah turun tangan lewat pidatonya untuk menengahi konflik yang terjadi antara KPK dan Polri belakangan ini.
"Terlepas dari kedua hal tadi, apa yang dikemukakan Presiden sangat baik bagi iklim penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan tipikor," tutur Yahdil.
"Fraksi Partai Amanat Nasional menyambut baik intervensi yang dilakukan Presiden untuk menengahi konflik KPK-Polri," katanya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Namun diakui Yahdil, pidato yang disampaikan SBY belum sepenuhnya tepat sasaran. Menurutnya masih banyak keputusan SBY yang dianggapnya masih belum konkret.
"Misalnya hal yang berkaitan dengan penanganan terhadap penyimpangan pengadaan barang di Polri, di satu sisi ditegaskan bahwa kasus simulator ditangani oleh KPK, tapi di sisi lain untuk kasus lainnya ditangani Polri, demikian juga dengan hal yang berkaitan dengan revisi RUU," aku Yahdil.
Walaupun ada hal-hal yang diakuinya belum jelas, Yahdil tetap mengapresiasi tindakan SBY, karena sudah turun tangan lewat pidatonya untuk menengahi konflik yang terjadi antara KPK dan Polri belakangan ini.
"Terlepas dari kedua hal tadi, apa yang dikemukakan Presiden sangat baik bagi iklim penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan tipikor," tutur Yahdil.
(rsa)