Julian: Pidato diapresiasi, SBY berterimakasih
Selasa, 09 Oktober 2012 - 09:07 WIB
Julian: Pidato diapresiasi, SBY berterimakasih
A
A
A
Sindonews - Sejumlah kalangan memuji pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dinilai tegas dalam menengahi perselisihan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Atas pujian tersebut, SBY mengucapkan terimakasih kepada masyarakat.
Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan, terimakasih atas pujian terhadap pidato SBY semalam. Tentu bila banyak kalangan dan masyarakat memuji substansi pidato tersebut, SBY dengan rendah hati mengucapkan terimakasih.
"Sekali lagi terima kasih dan mohon dukungan agar negara kita menjadi lebih baik dan maju," ujar Julian dalam pesan singkatnya, Selasa (9/10/2012)
Mengenai isi pidato semalam, Julian menyatakan kalau yang merumuskan dan menuliskan adalah SBY langsung.
"Tentu ada masukan dari berberapa pihak. Satu hal pasti, dengan pengetahuan, wawasan, pengalaman dan kebajikan beliau, pak SBY merumuskan dan menuangkannya dalam narasi pidato, sebagaimana yang kita simak semalam," tutur alumni FISIP UI ini.
Lebih lanjut Julian mengatakan bahwa Presiden senantiasa mengikuti, menyimak, dan memberikan direktif atau instruksi kepada para menterinya untuk mengambil langkah kebijakan dalam menyikapi dan menangani semua isu publik, termasuk perselisihan KPK-Polri.
Sebelumnya, pidato SBY banjir pujian. Salah satunya datang dari Pengamat Politik Muhammad AS Hikam. Menurut Hikam, pidato SBY sudah memenuhi unsur-unsur yang diinginkan oleh masyarakat.
"Pidato SBY sudah penuhi tiga unsur yakni tegas, jelas dan fair. Intinya seperti yang dikehendaki oleh rakyat dan cenderung terhadap penguatan KPK," kata Hikam, Senin 8 Oktober 2012.
Pujian juga datang dari anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat. Martin sangat mengapresiasi ketegasan SBY dalam kasus Simulator SIM.
Martin mengaku terkejut mendengar pidato SBY yang begitu tegas tadi malam. Sebab, kata Martin, sangat jarang SBY berbicara setegas itu.
Hal Senada diungkapkan, Mantan Anggota Tim Pencari Fakta Kasus Bibit-Chandra yang juga guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.
“Apresiasi harus disampaikan kepada SBY karena telah mampu menangkap aspirasi publik atas dinamika yang terjadi," jelas Hikmahanto.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini, menyatakan Presiden sudah tepat untuk berpihak pada pemberantasan korupsi dan tidak mendukung pelemahan terhadap institusi KPK maupun Kepolisian.
Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan, terimakasih atas pujian terhadap pidato SBY semalam. Tentu bila banyak kalangan dan masyarakat memuji substansi pidato tersebut, SBY dengan rendah hati mengucapkan terimakasih.
"Sekali lagi terima kasih dan mohon dukungan agar negara kita menjadi lebih baik dan maju," ujar Julian dalam pesan singkatnya, Selasa (9/10/2012)
Mengenai isi pidato semalam, Julian menyatakan kalau yang merumuskan dan menuliskan adalah SBY langsung.
"Tentu ada masukan dari berberapa pihak. Satu hal pasti, dengan pengetahuan, wawasan, pengalaman dan kebajikan beliau, pak SBY merumuskan dan menuangkannya dalam narasi pidato, sebagaimana yang kita simak semalam," tutur alumni FISIP UI ini.
Lebih lanjut Julian mengatakan bahwa Presiden senantiasa mengikuti, menyimak, dan memberikan direktif atau instruksi kepada para menterinya untuk mengambil langkah kebijakan dalam menyikapi dan menangani semua isu publik, termasuk perselisihan KPK-Polri.
Sebelumnya, pidato SBY banjir pujian. Salah satunya datang dari Pengamat Politik Muhammad AS Hikam. Menurut Hikam, pidato SBY sudah memenuhi unsur-unsur yang diinginkan oleh masyarakat.
"Pidato SBY sudah penuhi tiga unsur yakni tegas, jelas dan fair. Intinya seperti yang dikehendaki oleh rakyat dan cenderung terhadap penguatan KPK," kata Hikam, Senin 8 Oktober 2012.
Pujian juga datang dari anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat. Martin sangat mengapresiasi ketegasan SBY dalam kasus Simulator SIM.
Martin mengaku terkejut mendengar pidato SBY yang begitu tegas tadi malam. Sebab, kata Martin, sangat jarang SBY berbicara setegas itu.
Hal Senada diungkapkan, Mantan Anggota Tim Pencari Fakta Kasus Bibit-Chandra yang juga guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.
“Apresiasi harus disampaikan kepada SBY karena telah mampu menangkap aspirasi publik atas dinamika yang terjadi," jelas Hikmahanto.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini, menyatakan Presiden sudah tepat untuk berpihak pada pemberantasan korupsi dan tidak mendukung pelemahan terhadap institusi KPK maupun Kepolisian.
(ysw)