PKS siap demo bela antikorupsi
Senin, 08 Oktober 2012 - 18:35 WIB
PKS siap demo bela antikorupsi
A
A
A
Sindonews.com - Polemik berkepanjangan antara Polri-KPK membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berang. Partai berlambang bulan sabit kembar itu "mengancam"akan mengerahkan kader dan simpatisannya untuk melakukan demonstrasi.
Dua lembaga penegak hukum itu harusnya saling bersinergi dalam memerangi tindak pidana korupsi. Bukan sebaliknya, saling bertahan dengan ego masing-masing.
"Semuanya sepakat korupsi adalah kejahatan luar biasa yang menjadi musuh bersama sehingga perlu kerja sama KPK dan Polri," kata anggota Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Menurutnya, KPK sebagai katalisator pemberantasan korupsi tentu sangat dibutuhkan untuk tetap bekerja sama dengan Polri. Dia juga memberikan apresiasi penuh atas hadirnya Kompol Novel di KPK dalam upaya melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Bahkan, Ketua Fraksi PKS di DPR ini, menilai sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkesan lamban dalam menangani polemik di kedua lembaga tersebut.
"Kalau melihat pernyataan presiden sebelumnya yang akan berada didepan, semestinya paling perhatian dan waspada dalam perseteruan KPK-Polri, yang kita harapkan memang beliau tak membiarkan masalah ini
larut dan berombang ambing tidak jelas ujungnya," tukasnya.
Dalam demonstrasi ini, pihaknya berjanji akan menurunkan ribuan massa yang terdiri dari kader dan simpatisan partai. Sabtu atau Minggu dinilai hari yang tepat untuk melakukan demosntrasi tersebut.
"Kami, bahkan menghadirkan sebuah affiel nasional bagaimana menghadirkan keteladanan untuk segera fokus dan menyelesaikan konflik, dan agar lembaga KPK-Polri bisa duduk bersama," ujar Hidayat.
Seperti diketahui, ketegangan antara Polri-KPK semakin meningkat ketika penyidik KPK Kompol Novel Baswedan akan ditangkap oleh Polri.
Dua lembaga penegak hukum itu harusnya saling bersinergi dalam memerangi tindak pidana korupsi. Bukan sebaliknya, saling bertahan dengan ego masing-masing.
"Semuanya sepakat korupsi adalah kejahatan luar biasa yang menjadi musuh bersama sehingga perlu kerja sama KPK dan Polri," kata anggota Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Menurutnya, KPK sebagai katalisator pemberantasan korupsi tentu sangat dibutuhkan untuk tetap bekerja sama dengan Polri. Dia juga memberikan apresiasi penuh atas hadirnya Kompol Novel di KPK dalam upaya melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Bahkan, Ketua Fraksi PKS di DPR ini, menilai sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkesan lamban dalam menangani polemik di kedua lembaga tersebut.
"Kalau melihat pernyataan presiden sebelumnya yang akan berada didepan, semestinya paling perhatian dan waspada dalam perseteruan KPK-Polri, yang kita harapkan memang beliau tak membiarkan masalah ini
larut dan berombang ambing tidak jelas ujungnya," tukasnya.
Dalam demonstrasi ini, pihaknya berjanji akan menurunkan ribuan massa yang terdiri dari kader dan simpatisan partai. Sabtu atau Minggu dinilai hari yang tepat untuk melakukan demosntrasi tersebut.
"Kami, bahkan menghadirkan sebuah affiel nasional bagaimana menghadirkan keteladanan untuk segera fokus dan menyelesaikan konflik, dan agar lembaga KPK-Polri bisa duduk bersama," ujar Hidayat.
Seperti diketahui, ketegangan antara Polri-KPK semakin meningkat ketika penyidik KPK Kompol Novel Baswedan akan ditangkap oleh Polri.
(rsa)