Ridwan Saidi: SBY enggak bisa diharapkan
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 14:43 WIB
Ridwan Saidi: SBY enggak bisa diharapkan
A
A
A
Sindonews.com - Belum adanya pernyataan resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam "penyerangan" anggota Polri ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tadi malam, Jumat 5 Oktober 2012 terus mendapat sorotan. Diantaranya datang dari Budayawan Betawi Ridwan Saidi.
Menurut Ridwan, Presiden berusaha mencuci tangan dengan menyerahkan polemik itu kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto. Lebih jauh, Ridwan melihat Presiden tidak bisa diharapkan.
"SBY kagak bisa kita harapkan, dia paling cocok emang jadi komentator," ujar Ridwan saat diskusi "calon Presiden alternatif" di Jakarta, Sabtu (6/10/2012).
Ditambahkan dia, sebagai seorang kepala negara, SBY tidak pantas bersembunyi justru disaat masyarakat membutuhkan ketegasannya. Untuk itu, Ridwan meminta, Presiden segera bertindak dan menyatakan sikap atas polemik yang telah banyak menyerap tenaga dan pikiran tersebut.
"KPK diminta tetap tegas dalam melakukan penyidikannya. Maju KPK! Rakyat akan mendukung, kita akan mengkawal. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan, selain KPK," tukasnya.
Senada dengan Ridwan, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengatakan, KPK dan Polri merupakan dua lembaga penegak hukum yang sama-sama penting. Untuk itu, tidak boleh saling menghancurka satu dengan yang lain.
"Ini harus dihentikan, karena hanya memperlemah perjuangan dalam pemberantasan korupsi. Dua lembaga itu harus di selamatkan," ujar Bambang kepada wartawan, di Jakarta.
Menurut Ridwan, Presiden berusaha mencuci tangan dengan menyerahkan polemik itu kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto. Lebih jauh, Ridwan melihat Presiden tidak bisa diharapkan.
"SBY kagak bisa kita harapkan, dia paling cocok emang jadi komentator," ujar Ridwan saat diskusi "calon Presiden alternatif" di Jakarta, Sabtu (6/10/2012).
Ditambahkan dia, sebagai seorang kepala negara, SBY tidak pantas bersembunyi justru disaat masyarakat membutuhkan ketegasannya. Untuk itu, Ridwan meminta, Presiden segera bertindak dan menyatakan sikap atas polemik yang telah banyak menyerap tenaga dan pikiran tersebut.
"KPK diminta tetap tegas dalam melakukan penyidikannya. Maju KPK! Rakyat akan mendukung, kita akan mengkawal. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan, selain KPK," tukasnya.
Senada dengan Ridwan, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengatakan, KPK dan Polri merupakan dua lembaga penegak hukum yang sama-sama penting. Untuk itu, tidak boleh saling menghancurka satu dengan yang lain.
"Ini harus dihentikan, karena hanya memperlemah perjuangan dalam pemberantasan korupsi. Dua lembaga itu harus di selamatkan," ujar Bambang kepada wartawan, di Jakarta.
(san)