SBY pamer alutsista baru

Jum'at, 05 Oktober 2012 - 17:01 WIB
SBY pamer alutsista...
SBY pamer alutsista baru
A A A
Sindonews.com – Pengadaan berbagai jenis alat utama sistem senjata (alutsista) TNI yang gencar dilakukan beberapa tahun terakhir bakal membuat kemampuan pertahanan Indonesia meningkat tajam.

Dalam beberapa tahun ke depan, TNI akan dihuni berbagai alutsista modern yang canggih dan lengkap. Hal ini memberi kebanggaan tersendiri bagi segenap bangsa Indonesia.

Bahkan, dalam upacara peringatan HUT TNI ke-67 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (5/10/2012), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan jenis demi jenis alutsista yang mulai memerkuat TNI.

Penegasan ini disampaikan di hadapan para undangan yang di antaranya adalah perwakilan dari negara-negara sahabat.

Dalam pidatonya, SBY menyebut, TNI Angkatan Darat (AD) akan segera diperkuat dua batalyon tank tempur utama (Leopard), kendaraan tempur utama, artileri medan dan pertahanan udara hingga kaliber 155 mm (meriam 155mm/Caesar), roket multi laras taktis dan strategis, peluru kendali pertahanan udara, helikopter serang dan helikopter serbu.

Di jajaran TNI Angkatan Laut (AL) ada penambahan kapal perang korvet kelas Sigma, kapal selam, kapal cepat rudal, kapal perusak kawal rudal, kapal multi, kapal layar latih, pesawat patroli maritim, helikopter antikapal selam, tank dan panser amfibi, serta roket multi laras taktis.

“Kita juga menyaksikan di TNI AU, pesawat angkut sedang CN-295, pesawat latih, sejumlah pesawat angkut Hercules C-130 H, pesawat tempur Super Tucano, Sukhoi 27-MK2, pesawat tempur T-50, dan 24 unit F-16,” tambahnya.

SBY menegaskan, salah satu kepentingan naional adalah terjaganya kedaulatan negara dan keutuhan NKRI. Seperti diketahui, sesuai amanat konstitusi dan UU, TNI adalah komponen utama dalam sistem pertahanan negara.

“Sebagai garda terdepan, diperlukan TNI yang kuat dan tangguh, serta profesional. Namun harus dipahami, banyak pilihan untuk menjaga dan melindungi kedaulatan kita. Ingat, perang adalah jalan terakhir jika tidak ada cara lain. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang mudah dan gemar untuk melancarkan peperangan,” tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Pangkoarmada II Inspeksi...
Pangkoarmada II Inspeksi Kapal Perang
Mantan Sekjen Kemhan...
Mantan Sekjen Kemhan Kritik Prabowo Beli Alutsista Bekas, Ini Penjelasannya
Perlu Evaluasi Modernisasi...
Perlu Evaluasi Modernisasi Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Dilengkapi Meriam Kaliber...
Dilengkapi Meriam Kaliber 40 mm, KRI Tuna-876 Perkuat Koarmada I
Berita Terkini
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved