Modernisasi alutsista, Indonesia tak agresif
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 16:15 WIB
Modernisasi alutsista, Indonesia tak agresif
A
A
A
Sindonews.com – Saat ini Indonesia terus melakukan modernisasi sejumlah alat utama sistim pertahanan (alutsista). Namun langkah ini jangan dipandang sebagai niat Indonesia untuk berlaku agresif secara militer.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato kenegaraan saat upacara peringatan HUT TNI Ke-67 di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, menegaskan, pemerintah terus melakukan percepatan modernisasi alutsista karena kondisinya sudah mendesak untuk diganti.
Pemerintah akan terus meningkatkan dan memodernisasi alutsista TNI. Sebab, Indonesia sudah cukup lama tidak memodernisasi alutsista sehingga ketinggalan dengan negara-negara lain.
“Dalam upaya meningkatkan kesiapan kemampuan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara kita terus meningkatkan postur pertahanan,” katanya.
Komitmen tersebut ditandai dengan terus ditingkatkannya anggaran untuk sektor pertahanan menyusul pertumbuhan ekonomi dan kemampuan negara yang semakin meningkat.
"Kita prioritaskan mengganti alutsista yang baru sekaligus yang lebih modern. Namun, modernisasi alutsista pertahanan kita tetap kita lakukan dalam bagian postur TNI menuju tercapainya Minimum Essential Force (MEF),” kata Presiden.
Jika ada kekhawatiran peningkatan alutsista TNI untuk menjadi bangsa yang agresif secara militer, SBY menepisnya. “Tidak ada pula niat kita untuk menjadi bangsa yang agresif secara militer," jelasnya.
Politik luar negeri Indonesia senantiasa dibimbing oleh kehendak untuk memperbanyak sahabat dan meniadakan musuh.
Mengenai pengadaan alutsista, lebih diutamakan buatan dalam negeri. Sementara untuk pembelian ke luar negeri hanya untuk alutsista yang belum bisa dibuat di Indonesia.
“Dengan cara itu, semoga dalam beberapa tahun ke depan kita akan menyaksikan alutsista TNI yang semakin lengkap dan modern,” cetusnya.
Dia berpesan agar Kemhan dan TNI melakukan koordinasi dan kerja sama yang erat dengan DPR untuk menjamin rencana strategis pertahanan dapat teralisasi dengan baik dan tepat pada waktunya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato kenegaraan saat upacara peringatan HUT TNI Ke-67 di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, menegaskan, pemerintah terus melakukan percepatan modernisasi alutsista karena kondisinya sudah mendesak untuk diganti.
Pemerintah akan terus meningkatkan dan memodernisasi alutsista TNI. Sebab, Indonesia sudah cukup lama tidak memodernisasi alutsista sehingga ketinggalan dengan negara-negara lain.
“Dalam upaya meningkatkan kesiapan kemampuan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara kita terus meningkatkan postur pertahanan,” katanya.
Komitmen tersebut ditandai dengan terus ditingkatkannya anggaran untuk sektor pertahanan menyusul pertumbuhan ekonomi dan kemampuan negara yang semakin meningkat.
"Kita prioritaskan mengganti alutsista yang baru sekaligus yang lebih modern. Namun, modernisasi alutsista pertahanan kita tetap kita lakukan dalam bagian postur TNI menuju tercapainya Minimum Essential Force (MEF),” kata Presiden.
Jika ada kekhawatiran peningkatan alutsista TNI untuk menjadi bangsa yang agresif secara militer, SBY menepisnya. “Tidak ada pula niat kita untuk menjadi bangsa yang agresif secara militer," jelasnya.
Politik luar negeri Indonesia senantiasa dibimbing oleh kehendak untuk memperbanyak sahabat dan meniadakan musuh.
Mengenai pengadaan alutsista, lebih diutamakan buatan dalam negeri. Sementara untuk pembelian ke luar negeri hanya untuk alutsista yang belum bisa dibuat di Indonesia.
“Dengan cara itu, semoga dalam beberapa tahun ke depan kita akan menyaksikan alutsista TNI yang semakin lengkap dan modern,” cetusnya.
Dia berpesan agar Kemhan dan TNI melakukan koordinasi dan kerja sama yang erat dengan DPR untuk menjamin rencana strategis pertahanan dapat teralisasi dengan baik dan tepat pada waktunya.
(ysw)