Syarat capres 3,5 persen, calon lebih banyak
Selasa, 02 Oktober 2012 - 12:50 WIB
Syarat capres 3,5 persen, calon lebih banyak
A
A
A
Sindonews.com - Ambang batas calon presiden (capres) atau Presidential Threshold (PT) 3,5 persen membuka peluang munculnya calon presiden (Capres) alternatif. Maka itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ambang batas capres setuju disamakan dengan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) .
"Kami setuju untuk revisi UU tentang Pilpres itu, diantaranya Presidential Threshold disamakan Parlementary Threshold," ujar Ketua Fraksi PKS di DPR Hidayat Nur Wahid, saat ditemui di Gedung di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/9/2012).
Mantan calon gubernur (cagub) DKI ini mengatakan, publik tengah menunggu capres alternatif, bukan tokoh yang selama ini sering muncul.
"Capres alternatif itu dimungkinkan kalau Presidential Thresholdnya meluas, PT (ambang batas capres) memberikan hadirnya calon alternatif," tukasnya.
Meski ambang batas capres 3,5 persen, dia pesimis akan muncul banyak Capres. Pasalnya, belum tentu semua partai di parlemen mengusung Capresnya.
"PT 3,5 persen, capresnya tidak akan telalu banyak, sekitar sembilan calon saja, itu tidak banyak," ungkapnya.
Kalau ambang batas calon presiden masih 20 persen, mantan Presiden PKS ini meyakini, capres yang muncul pada 2014 tidak sesuai dengan harapan rakyat.
"Rakyat menginginkan perubahan dengan alternatif capres," tandasnya.
"Kami setuju untuk revisi UU tentang Pilpres itu, diantaranya Presidential Threshold disamakan Parlementary Threshold," ujar Ketua Fraksi PKS di DPR Hidayat Nur Wahid, saat ditemui di Gedung di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/9/2012).
Mantan calon gubernur (cagub) DKI ini mengatakan, publik tengah menunggu capres alternatif, bukan tokoh yang selama ini sering muncul.
"Capres alternatif itu dimungkinkan kalau Presidential Thresholdnya meluas, PT (ambang batas capres) memberikan hadirnya calon alternatif," tukasnya.
Meski ambang batas capres 3,5 persen, dia pesimis akan muncul banyak Capres. Pasalnya, belum tentu semua partai di parlemen mengusung Capresnya.
"PT 3,5 persen, capresnya tidak akan telalu banyak, sekitar sembilan calon saja, itu tidak banyak," ungkapnya.
Kalau ambang batas calon presiden masih 20 persen, mantan Presiden PKS ini meyakini, capres yang muncul pada 2014 tidak sesuai dengan harapan rakyat.
"Rakyat menginginkan perubahan dengan alternatif capres," tandasnya.
(maf)