Bawaslu harus ikuti verifikasi parpol
Minggu, 30 September 2012 - 07:03 WIB
Bawaslu harus ikuti verifikasi parpol
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dinilai cuek dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu dirasakan karena minimnya peran lembaga pengawasan ini dalam proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang tengah bergulir.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ray Rangkuti mengatakan, saat ini KPU tengah melakukan tahapan yang sangat penting. Ditangan KPU saat ini, hidup dan mati parpol ditentukan dalam percaturan politik 2014.
"Amat disayangkan, tak terdengar geliat yang cukup dan meyakinkan dari Bawaslu untuk melakukan pengawasan verifikasi," ujar Ray kepada Sindonews, Minggu (30/9/2012).
Lebih jauh, Bawaslu dinilai tak memiliki kesiapan dalam menyongsong kemungkinan akan adanya sengketa dalam tahap awal pemilu 2014.
"Bawaslu seperti pasangan dengan bulan madu yang tak kunjung selesai. Beberapa peristiwa telah berlalu, Bawaslu seperti hanya menyapa angin. Ada suara, tapi tak nampak aksi dan posisinya," ungkapnya.
Ray berharap, Bawaslu dapat lebih berperan aktif dalam melakukan pengawasan. Karena, kewenangan dan batasan KPU dalam melakukan verifikasi tidak jelas dan sangat rawan dengan aksi kecurangan.
"Perlu bagi kita semua untuk mengetahui batas toleransi bagi penetapan lolos atau tidaknya parpol. Apakah misalnya karena kurang 0 sekian persen, anggota atau pengurus maka satu parpol dapat dinyatakan gagal atau tidak," ungkapnya.
Tanpa adanya rambu-rambu tersebut, maka akan rawan hasil verifikasi KPU mendapat kecaman dari parpol yang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Untuk itu, perlu mengingatkan KPU, agar membuka ruang waktu bagi adanya upaya sengketa penetapan hasil verifikasi.
"Kalau dilihat dari jadwal, nampak waktu itu sengketa ini tak diatur. Kesannya, biarkan parpol tak puas dan sibuk sendiri, tahapan jalan terus.. Kita berharap Bawaslu hadir dalam pusaran masalah, bukan di pinggirnya," tukasnya.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ray Rangkuti mengatakan, saat ini KPU tengah melakukan tahapan yang sangat penting. Ditangan KPU saat ini, hidup dan mati parpol ditentukan dalam percaturan politik 2014.
"Amat disayangkan, tak terdengar geliat yang cukup dan meyakinkan dari Bawaslu untuk melakukan pengawasan verifikasi," ujar Ray kepada Sindonews, Minggu (30/9/2012).
Lebih jauh, Bawaslu dinilai tak memiliki kesiapan dalam menyongsong kemungkinan akan adanya sengketa dalam tahap awal pemilu 2014.
"Bawaslu seperti pasangan dengan bulan madu yang tak kunjung selesai. Beberapa peristiwa telah berlalu, Bawaslu seperti hanya menyapa angin. Ada suara, tapi tak nampak aksi dan posisinya," ungkapnya.
Ray berharap, Bawaslu dapat lebih berperan aktif dalam melakukan pengawasan. Karena, kewenangan dan batasan KPU dalam melakukan verifikasi tidak jelas dan sangat rawan dengan aksi kecurangan.
"Perlu bagi kita semua untuk mengetahui batas toleransi bagi penetapan lolos atau tidaknya parpol. Apakah misalnya karena kurang 0 sekian persen, anggota atau pengurus maka satu parpol dapat dinyatakan gagal atau tidak," ungkapnya.
Tanpa adanya rambu-rambu tersebut, maka akan rawan hasil verifikasi KPU mendapat kecaman dari parpol yang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Untuk itu, perlu mengingatkan KPU, agar membuka ruang waktu bagi adanya upaya sengketa penetapan hasil verifikasi.
"Kalau dilihat dari jadwal, nampak waktu itu sengketa ini tak diatur. Kesannya, biarkan parpol tak puas dan sibuk sendiri, tahapan jalan terus.. Kita berharap Bawaslu hadir dalam pusaran masalah, bukan di pinggirnya," tukasnya.
(lil)