BPK benarkan kejanggalan proyek IT perpustakaan UI
Kamis, 27 September 2012 - 18:38 WIB
BPK benarkan kejanggalan proyek IT perpustakaan UI
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Hasan Bisri mencium kejanggalan proyek pengadaan Teknologi Informasi (IT) di perpustakaan kampus Universitas Indonesia (UI) Depok.
"Memang demikian. Yang kami ungkapkan mungkin begini, seringkali perusahaan pakai nama, yang mengerjakan orang dalam itu kami temukan dan proses yang sudah ditangani," ujar Hasan di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/9/2012).
BPK menduga, ada konsultan fiktif dalam menjalankan proyek tersebut. Meskipun nama perusahaannya tertera, namun untuk memastikannya perlu ditelusuri lebih lanjut supaya lebih objektif. "Ya, kalau pinjem nama yang mengerjakan orang lain, ya orang dalam," terangnya.
Namun, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa kerugian negara akibat proyek itu. Biarkan aparat penegak hukum yang melakukan investigasi lebih lanjut. "Belum bisa dihitung. Sudah dalam proses untuk ditangani aparat penegak hukum," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki kemungkinan telah terjadinya korupsi dalam pengadaan Teknologi Informasi Perpustakaan Universitas Indonesia (UI).
"KPK sedang menyelidiki, salah satunya pengadaan IT Perpustakaan," terang Juru Bicara KPK Johan Budi, di kantornya, Jakarta, Jumat 21 September 2012.
Menurut Johan, penyelidikan itu berdasarkan audit keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan pengaduan masyarakat. "Saya kira ada informasi yang perlu dimintai ketarangan," terang Johan.
"Memang demikian. Yang kami ungkapkan mungkin begini, seringkali perusahaan pakai nama, yang mengerjakan orang dalam itu kami temukan dan proses yang sudah ditangani," ujar Hasan di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/9/2012).
BPK menduga, ada konsultan fiktif dalam menjalankan proyek tersebut. Meskipun nama perusahaannya tertera, namun untuk memastikannya perlu ditelusuri lebih lanjut supaya lebih objektif. "Ya, kalau pinjem nama yang mengerjakan orang lain, ya orang dalam," terangnya.
Namun, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa kerugian negara akibat proyek itu. Biarkan aparat penegak hukum yang melakukan investigasi lebih lanjut. "Belum bisa dihitung. Sudah dalam proses untuk ditangani aparat penegak hukum," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki kemungkinan telah terjadinya korupsi dalam pengadaan Teknologi Informasi Perpustakaan Universitas Indonesia (UI).
"KPK sedang menyelidiki, salah satunya pengadaan IT Perpustakaan," terang Juru Bicara KPK Johan Budi, di kantornya, Jakarta, Jumat 21 September 2012.
Menurut Johan, penyelidikan itu berdasarkan audit keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan pengaduan masyarakat. "Saya kira ada informasi yang perlu dimintai ketarangan," terang Johan.
(san)