GP Ansor gelar wayang semalam suntuk
Kamis, 27 September 2012 - 10:24 WIB
GP Ansor gelar wayang semalam suntuk
A
A
A
Sindonews.com - Dalam rangka Haul 1.000 hari wafatnya mantan Presiden KH Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Yayasan Bani Abdurrahman Wahid menggelar wayang kulit, dengan lakon Gugurnya Kumbakarno oleh dalang terkemuka Ki Enthus Susmono.
Ketua umum GP Ansor Nusron Wahid mengatakan, pihaknya ingin mentransformasikan nilai-nilai dakwah kultural berbasis kebangsaan sebagaimana yang dulu dilakukan Gus Dur.
“Wayang adalah bagian dari nilai dakwah kultural, dalam mensemaikan nilai-nilai kebangsaan yang makin luntur di kalangan anak muda," kata Nusron di kediaman mantan Presiden RI keempat itu di Ciganjur, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2012) malam.
Angota Komisi XI DPR ini menambahkan, jika pertunjukkan wayang masih sangat relevan di era tekhnologi maju sekarang ini. Apalagi wayang merupakan salah satu kebudayaan Jawa dan nusantara yang mempunyai nilai filosofi tinggi.
"Islam di Indonesia tumbuh bukan karena jihad. Tetapi karena budaya yang kita pelajari," kata mantan Ketua Panitia Khusus Otoritas Jasa Keuangan (Pansus OJK) ini.
Acara wayangan dihadiri istri almarhum Gus Dur Ny. Sinta Nuria Wahid, Pimpinan Yayasan Bani Abdirrahman Wahid Dohir Fahrezi, Ketua Dartemen Peredaran Uang Bank Indonesia (BI) Gatot Sugiono, serta kerabat dekat mantan Presiden RI ke 4 itu.
Dalam memperingati 1.000 hari wafatnya Gus Dur ini, pada Kamis (27/9/2012) juga akan digelar tausyiah, salawat bersama Habib Syech Abdul Qadir Assegaf dari Solo. Pada acara ini sejumlah tokoh akan hadir dan bersama mengikuti tausyiah dan salawat.
Ketua umum GP Ansor Nusron Wahid mengatakan, pihaknya ingin mentransformasikan nilai-nilai dakwah kultural berbasis kebangsaan sebagaimana yang dulu dilakukan Gus Dur.
“Wayang adalah bagian dari nilai dakwah kultural, dalam mensemaikan nilai-nilai kebangsaan yang makin luntur di kalangan anak muda," kata Nusron di kediaman mantan Presiden RI keempat itu di Ciganjur, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2012) malam.
Angota Komisi XI DPR ini menambahkan, jika pertunjukkan wayang masih sangat relevan di era tekhnologi maju sekarang ini. Apalagi wayang merupakan salah satu kebudayaan Jawa dan nusantara yang mempunyai nilai filosofi tinggi.
"Islam di Indonesia tumbuh bukan karena jihad. Tetapi karena budaya yang kita pelajari," kata mantan Ketua Panitia Khusus Otoritas Jasa Keuangan (Pansus OJK) ini.
Acara wayangan dihadiri istri almarhum Gus Dur Ny. Sinta Nuria Wahid, Pimpinan Yayasan Bani Abdirrahman Wahid Dohir Fahrezi, Ketua Dartemen Peredaran Uang Bank Indonesia (BI) Gatot Sugiono, serta kerabat dekat mantan Presiden RI ke 4 itu.
Dalam memperingati 1.000 hari wafatnya Gus Dur ini, pada Kamis (27/9/2012) juga akan digelar tausyiah, salawat bersama Habib Syech Abdul Qadir Assegaf dari Solo. Pada acara ini sejumlah tokoh akan hadir dan bersama mengikuti tausyiah dan salawat.
(mhd)